BPBD Kalsel Optimalkan Heli Water Bombing untuk Tangani Karhutla, Prioritaskan Kawasan Bandara

- Kontributor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing. Operasi ini dilaksanakan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat pemadaman titik-titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan operasi udara menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla, terutama untuk lokasi yang memiliki akses terbatas.

“Operasi udara sudah kita laksanakan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca. Saat tim darat menemukan titik api yang tidak dapat dijangkau, maka operasi udara melalui heli water bombing langsung dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut,” ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).

Ronny menjelaskan, saat ini BPBD Kalsel mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa tiga unit helikopter water bombing serta satu unit helikopter patroli udara. Armada tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat respons terhadap kejadian karhutla di berbagai wilayah di Banua.

“Alhamdulillah, beberapa titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat berhasil dipadamkan melalui operasi heli water bombing yang merupakan bantuan dari BNPB,” katanya.

Ia menambahkan, operasional helikopter akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Dukungan udara tersebut direncanakan berlangsung selama masa penetapan status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026.

“Kita menetapkan status sampai dengan 31 Oktober. Harapan kami sebelum tanggal tersebut kondisi sudah terkendali sehingga heli water bombing tidak lagi diperlukan karena seluruh titik api telah berhasil dipadamkan,” jelas Ronny.

Untuk memperkuat upaya penanganan karhutla, BPBD Kalsel juga berencana menambah satu unit helikopter water bombing. Penambahan armada ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penanggulangan kebakaran di wilayah-wilayah yang sulit diakses.

“Ada rencana penambahan satu unit heli water bombing lagi untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat,” ungkapnya.

Ronny menegaskan, prioritas utama penanganan saat ini difokuskan pada Zona 1, yakni kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah asap akibat karhutla mengganggu aktivitas penerbangan.

“Prioritas utama kita adalah Zona 1, yaitu kawasan sekitar bandara. Kami berupaya menghindari adanya gangguan terhadap penerbangan akibat kebakaran hutan dan lahan,” tegas Ronny.

Melalui sinergi operasi darat, operasi udara, serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan berharap penanganan karhutla dapat berlangsung lebih efektif sehingga dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan, dan transportasi udara dapat diminimalkan. MC Kalsel/Fuz

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru