BBPOM-BKOW Kalsel Kolaborasi Edukasi Masyarakat untuk Turunkan Angka Stunting

- Kontributor

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru berkolaborasi dengan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi dalam rangka Penurunan Angka Stunting di Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasangah Banua, Banjarmasin, Jumat (28/8/2026), diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari kader Posyandu, calon pengantin, serta pengurus dan kader BKOW Kalsel.

Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

“Alhamdulillah hari ini BKOW Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan BBPOM dan atas inisiasi BBPOM juga kami mengadakan edukasi dan seminar dalam rangka penurunan angka stunting di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi tersebut menyasar kader Posyandu serta calon pengantin karena pencegahan stunting perlu dilakukan sejak sebelum pernikahan hingga masa kehamilan dan tumbuh kembang anak.

“Mudah-mudahan apa yang kami berikan hari ini bisa bermanfaat dan anak-anak di Kalimantan Selatan bebas stunting,” harapnya.

Ellyana juga menyoroti masih adanya daerah di Kalsel yang membutuhkan perhatian lebih dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kabupaten Banjar disebut menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian, termasuk berkaitan dengan tingginya angka pernikahan dini.

“Kita juga melihat di Kabupaten Banjar angka pernikahan dininya juga tinggi. Jadi perlu lebih diperhatikan, dan pemerintah juga perlu lebih mengupayakan bagaimana penurunan angka stunting ini, termasuk dari sisi kesehatan dan edukasi agar tidak ada pernikahan dini lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, mengatakan keamanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan upaya penurunan angka stunting.

Menurutnya, penyiapan makanan yang aman sangat penting, khususnya bagi ibu hamil, anak dalam periode seribu hari pertama kehidupan (HPK), maupun calon pengantin yang akan mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

“Keterkaitan stunting dengan keamanan pangan memang cukup besar, karena penyiapan makanan yang aman untuk ibu hamil, kemudian untuk anak usia seribu hari, serta calon pengantin itu perlu diutamakan,” jelasnya.

Ary menegaskan BBPOM di Banjarbaru terus melakukan edukasi sekaligus pengawasan terhadap pangan yang beredar di Kalimantan Selatan. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih dan mengolah pangan yang aman.

“Pangan yang aman itu adalah pangan yang bebas dari tiga cemaran, yaitu cemaran kimia, cemaran biologi, dan juga cemaran fisika. Itu yang terus kita gaungkan supaya ketika mengonsumsi makanan atau ibu-ibu membuat makanan, bebas dari tiga cemaran tersebut,” terangnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan pengolahan makanan, terutama di tengah kondisi kekeringan.

Menurutnya, air yang digunakan untuk minum maupun mengolah makanan harus berasal dari sumber yang aman dan diolah dengan baik. Jika menggunakan air untuk konsumsi, air tersebut perlu dimasak terlebih dahulu untuk mengurangi risiko cemaran mikroba.

“Kalau kondisi sekarang dalam rangka kekeringan, kita tetap menggunakan air PDAM, kemudian tetap harus dimasak untuk menghilangkan mikroba-mikrobanya. Jadi tidak boleh menggunakan air biasa, air sumur atau air sungai langsung dikonsumsi. Tentu saja harus ada pengolahannya,” tegas Ary.

Ia menambahkan, upaya menjaga keamanan pangan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat.

“Pemerintah saat ini sudah mengupayakan yang terbaik terkait dengan keamanan pangan. Semua lintas sektor, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bersinergi untuk menjaga keamanan pangan,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, BBPOM di Banjarbaru bersama BKOW Kalsel berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pangan aman dan bergizi sebagai salah satu bagian dari upaya bersama menurunkan angka stunting di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/tgh

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru