Pemprov Kalsel Dorong Bansos Cashless, Sinkronisasi DTSEN Jadi Prioritas

- Kontributor

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial & Peran Pemerintah Daerah yang menjadi bagian dari transformasi penyaluran bantuan sosial nasional.

Kegiatan tersebut diikuti Gubernur Kalsel, H. Muhidin, dan dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.

Kepala Dinas Sosial Prov Kalsel, M. Farhanie, menyampaikan bahwa digitalisasi bansos merupakan langkah strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, Kalimantan Selatan siap menjadi daerah percontohan di luar Pulau Jawa dalam penerapan sistem bansos digital.

“Melalui integrasi data terpadu atau single identity, kami mendorong sinkronisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penekanan utamanya adalah pembersihan data anomali, seperti penerima fiktif atau yang sudah meninggal dunia, dengan verifikasi biometrik berbasis NIK,” kata Farhanie, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, ke depan mekanisme penyaluran bantuan sosial akan diarahkan secara non-tunai (cashless) melalui pemanfaatan dompet digital (e-wallet), QRIS, maupun kartu yang terintegrasi dengan aplikasi khusus. Sebagai tahap awal, uji coba sistem akan dilaksanakan di Kota Banjarmasin guna menguji kesiapan dan ketahanan infrastruktur digital.

“Pilot project ini penting agar kami bisa mengidentifikasi kendala di lapangan, baik dari sisi teknis maupun kesiapan masyarakat penerima manfaat,” tambahnya.

Farhanie juga menegaskan komitmen Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin dalam mendorong transparansi penyaluran bantuan sosial. Setiap rupiah bantuan nantinya dapat dipantau secara real-time melalui dasbor digital yang terhubung antara Pemerintah Provinsi dan Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, akan disediakan kanal pengaduan masyarakat terintegrasi khusus untuk menangani persoalan bansos.

Sejalan dengan arahan Gubernur, Dinas Sosial Kalsel diminta segera melakukan pemetaan titik-titik krusial yang memerlukan pendampingan ekstra selama masa transisi digital, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses teknologi dan literasi digital.

“Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, kami optimistis digitalisasi bansos tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap program perlindungan sosial,” pungkas Farhanie. MC Kalsel/Rns

Berita Terkait

Pemprov Kalsel Dorong Gerakan Penghijauan pada Penanaman Pohon HUT ke-43 BPKP
Pemprov Kalsel Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Bimtek UP2K PKK
Verifikasi Atlet POPDA Kalsel 2026 Dimulai, Dispora Pastikan Keabsahan Peserta
Pemberdayaan Keluarga Purna Bina Jadi Penguat Ketahanan Sosial Masyarakat
Dinkes Kalsel Sinkronkan Data SDMK melalui Aplikasi SATUSEHAT/SISDMK
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Dasar Lewat Rakor SPM Kesehatan
Bappeda Kalsel Gelar FGD Kajian KEK Mekar Putih, Dorong Penguatan Rantai Nilai dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Sosialisasi Pembiayaan Syariah Dorong Penguatan UMKM Kalsel

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:51 WITA

Pemprov Kalsel Dorong Gerakan Penghijauan pada Penanaman Pohon HUT ke-43 BPKP

Senin, 11 Mei 2026 - 19:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Bimtek UP2K PKK

Senin, 11 Mei 2026 - 19:43 WITA

Verifikasi Atlet POPDA Kalsel 2026 Dimulai, Dispora Pastikan Keabsahan Peserta

Senin, 11 Mei 2026 - 19:21 WITA

Pemberdayaan Keluarga Purna Bina Jadi Penguat Ketahanan Sosial Masyarakat

Senin, 11 Mei 2026 - 19:15 WITA

Dinkes Kalsel Sinkronkan Data SDMK melalui Aplikasi SATUSEHAT/SISDMK

Berita Terbaru