Evaluasi Pelayanan Kesehatan Keluarga, Dinkes Kalsel Perkuat Upaya Turunkan AKI, AKB dan Stunting

- Kontributor

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Kesehatan Keluarga bagi Kabupaten/Kota se-Kalsel di Banjarmasin, Rabu (11/2/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengukur capaian kinerja serta memperkuat sinergi lintas program dan lintas sektor untuk menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta prevalensi stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Rahmadi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan keluarga merupakan pilar utama dalam pembangunan kesehatan daerah.

“Melalui pendekatan siklus hidup, kita berupaya memastikan setiap anggota keluarga, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, remaja, usia produktif hingga lansia, mendapatkan pelayanan yang layak, berkualitas, dan berkesinambungan,” ujar Rahmadi.

Ia juga menyampaikan bahwa penanganan kesehatan keluarga tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalsel agar seluruh jajaran bekerja dengan hati, tulus, dan mengedepankan kolaborasi.

“Dengan hadirnya lintas program dan lintas sektor, hambatan yang kita temukan di lapangan akan lebih cepat dicarikan solusi. Semangat bekerja bersama dan merangkul semua menjadi kunci dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi, maupun stunting,” katanya.

Rahmadi yang baru dilantik sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada 6 Februari 2026 itu juga mengungkapkan komitmennya untuk mengoptimalkan pelaksanaan program-program kesehatan masyarakat. 

Ia sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum dan memiliki pengalaman panjang di lingkungan Dinas Kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing kabupaten/kota memaparkan capaian indikator kinerja utama (IKU) serta standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan. Dari hasil paparan tersebut, akan dilakukan identifikasi permasalahan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun akurasi dan pembaruan data pelaporan.

“Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administrasi, tetapi sangat krusial untuk melihat sejauh mana capaian yang sudah dilaksanakan. Dari situ kita identifikasi kendala, mencari penyebabnya, lalu menentukan langkah intervensi yang tepat,” jelasnya.

Rahmadi menambahkan, fokus intervensi yang terus diperkuat antara lain peningkatan kualitas pelayanan antenatal care (ANC), pemantauan gizi ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pembaruan data pelaporan secara berkala dan akurat.

Menurutnya, perhatian terhadap gizi anak dan remaja juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi emas 2045. Edukasi dan pemantauan gizi sejak usia sekolah dinilai berperan besar dalam mencegah stunting di masa mendatang.

“Walaupun angka kematian ibu dan bayi di Kalsel menunjukkan tren penurunan, namun ini masih menjadi tantangan dan perlu kerja keras bersama agar dapat sejajar bahkan lebih baik dibanding daerah dan negara lain,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan pemerintah kabupaten/kota dalam meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan keluarga. Ia berharap, melalui pertemuan ini, sinergisitas semakin kuat sehingga target penurunan AKI, AKB, dan stunting dapat tercapai secara optimal.

Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Kesehatan Keluarga tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tersebut secara resmi dibuka dan diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret sebagai dasar perbaikan program ke depan. MC Kalsel/scw

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru