Disbunnak Kalsel Gelar Rakortek Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Tahun 2025

- Kontributor

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Perangkat Daerah dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Tahun 2025. 

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan sektor perkebunan dan peternakan dalam penyusunan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan serta Rencana Strategis Disbunnak Tahun 2025–2029.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian penting dalam memastikan perencanaan pembangunan daerah berjalan terarah dan berkesinambungan.

“Forum ini adalah tahapan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah yang lebih baik, terarah, dan berkelanjutan. Hasil pembahasan akan dirumuskan dalam berita acara kesepakatan sebagai bahan penyusunan dokumen perencanaan perangkat daerah,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (12/2/2026)

Ia menjelaskan, forum ini bertujuan menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan prioritas pembangunan daerah dan nasional, sekaligus menjaring aspirasi masyarakat serta para pemangku kepentingan.

“Perencanaan yang baik harus berbasis data, mempertimbangkan tantangan dan peluang ke depan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat pekebun dan peternak,” tegas Suparmi.

Menurutnya, sektor perkebunan dan peternakan memiliki peran strategis dalam perekonomian Kalimantan Selatan, baik dari aspek ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, maupun keberlanjutan lingkungan.

Selama ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun dan peternak, mulai dari penguatan sektor hulu hingga hilir guna menciptakan nilai tambah dan daya saing usaha.

“Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pemberian bantuan sarana dan prasarana, peningkatan intensifikasi dan pengembangan lahan, peningkatan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan, penguatan fungsi perbibitan, pakan ternak, kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, hingga peningkatan fungsi pengolahan hasil untuk mendukung program strategis nasional dan prioritas daerah,” jelasnya.

Upaya tersebut diformulasikan melalui program super prioritas yang telah digaungkan sejak 2021, yakni Program Pengembangan Korporasi Petani Berbasis Kawasan Karet (BANGSIBUN BAKARET), Percepatan Swasembada Sapi Potong melalui Integrasi Kelapa Sawit–Sapi berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KU INTIP), serta Pengembangan Itik di Lahan Rawa dan Kering (SITI HAWA LARI).

Suparmi menambahkan, terdapat sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian dalam forum ini, di antaranya peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan, penguatan hilirisasi dan nilai tambah produk, menjaga keberlanjutan dan ketahanan pangan, serta peningkatan investasi dan kemitraan dengan sektor swasta maupun akademisi.

“Kita ingin sektor ini tidak hanya kuat di hulu, tetapi juga mampu mendorong hilirisasi sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” ujarnya.

Dukungan penuh terhadap program Disbunnak juga diberikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Sehingga Suparmi semakin memperkuat komitmennya untuk memperkuat sektor perkebunan dan peternakan sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi Banua.

Ia juga mendorong agar seluruh jajaran perangkat daerah bekerja secara sinergis dan terintegrasi dalam merealisasikan program prioritas tersebut.

“Perencanaan harus selaras dengan RPJMD dan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin sektor perkebunan dan peternakan Kalimantan Selatan akan semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Suparmi berharap forum ini mampu melahirkan sinergi yang solid antar pemangku kepentingan sehingga perencanaan yang disusun benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Melalui forum ini, kami berharap terjalin sinergi yang kuat sehingga hasil perencanaan mampu menjawab tantangan yang ada dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. MC Kalsel/scw

Berita Terkait

Cegah Food Waste, Distan KP Kalsel Gelar Bimtek Penyelamatan Pangan 2026
Bank Kalsel Resmi Beroperasi sebagai Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional
Bank Kalsel Resmi Jadi Bank Devisa, Gubernur Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Layanan Transaksi Internasional
Dinas Pariwisata Kalsel Perkuat Kapasitas Pokdarwis Banua Lewat Inovasi Digital dan Kearifan Lokal
Atlet Gulat SPOBDA Kalsel Sabet Tiga Emas dan Dua Perunggu di UPI Wrestling Invitation 2026
Prestasi Membanggakan, Pegulat Kalsel Borong 11 Medali di UPI Wrestling Invitation 2026
Kontingen Kalsel Ikuti PENAS KTNA XVII 2026, Perkuat Kompetensi dan Adopsi Inovasi Ketahanan Pangan
Dislautkan Kalsel Pastikan Kesiapan Kontingen di PENAS KTNA XVII 2026, Kenyamanan Peserta Jadi Prioritas

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 14:43 WITA

Cegah Food Waste, Distan KP Kalsel Gelar Bimtek Penyelamatan Pangan 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 14:38 WITA

Bank Kalsel Resmi Beroperasi sebagai Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 14:37 WITA

Bank Kalsel Resmi Jadi Bank Devisa, Gubernur Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Layanan Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 14:35 WITA

Dinas Pariwisata Kalsel Perkuat Kapasitas Pokdarwis Banua Lewat Inovasi Digital dan Kearifan Lokal

Senin, 22 Juni 2026 - 14:02 WITA

Atlet Gulat SPOBDA Kalsel Sabet Tiga Emas dan Dua Perunggu di UPI Wrestling Invitation 2026

Berita Terbaru