DPKP Kalsel Perkuat Hilirisasi Tanaman Pangan untuk Tingkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani

- Kontributor

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong hilirisasi sektor pertanian melalui penguatan subsektor pascapanen dan pengolahan hasil tanaman pangan. Upaya ini dilakukan sebagai strategi meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus mendongkrak pendapatan petani di daerah.

Kepala Seksi Pascapanen, Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Pangan, Darmadi, menyampaikan bahwa arah kebijakan pengembangan tanaman pangan saat ini lebih difokuskan pada pengolahan hasil sebagai bagian dari hilirisasi.

“Fokus kami memang pada pascapanen dan pengolahan. Hilirisasi itu arahnya ke pengolahan, agar produk tidak dijual dalam bentuk mentah, tetapi sudah memiliki nilai tambah,” ujar Darmadi mewakili Kadis PKP Kalsel, Syamsir Rahman di Banjarbaru, Rabu (25/2/2026). 

Menurut Darmadi, komoditas utama yang menjadi prioritas pengolahan meliputi beras, jagung, dan singkong. Namun demikian, keterbatasan anggaran membuat pengembangan unit pengolahan hasil (UPH) masih terbatas.

“Setiap tahun kami maksimal hanya bisa mengalokasikan sekitar tiga unit pengolahan hasil tanaman pangan. Itu pun masih dalam skala sederhana dan diperuntukkan bagi kelompok tani,” jelasnya.

Beberapa bantuan unit pengolahan jagung telah disalurkan di sejumlah kabupaten, seperti Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong. Jagung pipil diolah menjadi butiran lebih kecil sebagai bahan baku pakan ternak, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jagung mentah.

Selain jagung, fasilitasi pengolahan singkong juga dilakukan di Kabupaten Tanah Bumbu. Singkong diolah menjadi beras analog atau yang dikenal dengan sebutan “oyek”. Produk ini termasuk pangan fungsional dengan indeks glikemik lebih rendah, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

“Pangan fungsional tidak hanya sekadar makanan, tetapi memiliki manfaat kesehatan. Ini peluang besar untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, UPH juga difasilitasi untuk produksi keripik singkong dan aneka olahan lainnya di Kabupaten Barito Kuala. Hingga kini, tiga komoditas utama yang menjadi lokus pengembangan hilirisasi yakni beras, jagung, dan singkong.

Dalam rangka meningkatkan daya saing produk, Dinas PKP turut memberikan dukungan pengemasan, mulai dari desain hingga bantuan kemasan. Setiap tahun, penguatan pengemasan difokuskan pada dua lokus. Saat ini, pengemasan beras dan olahan singkong menjadi prioritas.

Salah satu produk beras merah lokal bahkan telah menembus pemasaran digital melalui platform Shopee, meski masih dalam skala terbatas karena kapasitas produksi petani yang relatif kecil, rata-rata sekitar tiga hektare lahan. Selain pengolahan dan pengemasan, promosi juga dilakukan melalui partisipasi dalam berbagai pameran, baik di tingkat daerah maupun luar daerah. Produk-produk binaan dibawa untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Darmadi menegaskan, hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian secara berkelanjutan. Namun untuk mencapai hal tersebut, diperlukan dukungan penganggaran serta perubahan pola pikir dari sekadar produksi menuju orientasi pasar.

“Kami ingin petani tidak hanya memproduksi, tetapi sampai pada tahap pengolahan dan pemasaran. Mereka perlu pendampingan, bimbingan teknis, dan penguatan kapasitas,” katanya.

Ia menambahkan, setelah beberapa tahun tidak mendapatkan dukungan dari APBN untuk kegiatan bimbingan teknis (Bimtek), pada tahun ini pemerintah provinsi kembali mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Bimtek hilirisasi, yang juga direncanakan berlanjut pada 2027.

“Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis hilirisasi tanaman pangan dapat berkembang lebih masif, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Banua,” tutupnya. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026
Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports
516 Siswa RA-MI Ma’arif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
FORSGI Kalsel Akan Gelar Festival U-10 dan U-12 di Akhir Juni, Jadi Panggung Seleksi Talenta Sepak Bola Banua
Hasnuryadi Motivasi Atlet Panjat Tebing Kalsel Usai Raihan Medali Pertama di Jakarta
Indah Tiara Persembahkan Medali Perdana Kalsel di Kejurnas Panjat Tebing KU 2026
Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:53 WITA

Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:50 WITA

Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:08 WITA

516 Siswa RA-MI Ma’arif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:57 WITA

FORSGI Kalsel Akan Gelar Festival U-10 dan U-12 di Akhir Juni, Jadi Panggung Seleksi Talenta Sepak Bola Banua

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:47 WITA

Hasnuryadi Motivasi Atlet Panjat Tebing Kalsel Usai Raihan Medali Pertama di Jakarta

Berita Terbaru

Adv Tanah Bumbu

Dua Desa di Tanah Bumbu Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:23 WITA