Jelang Idul Fitri, Harga Pangan Kalsel Terkendali

- Kontributor

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memonitor perkembangan inflasi daerah melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, Selasa (3/3/2026). Rakor tersebut diikuti secara virtual dari Command Center Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel.

Gubernur Kalsel H. Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mursyidah Aminy, didampingi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya.

Usai rakor yang dipimpin Sekjen Kemendagri Tomsi Thohir, Eddy menyampaikan bahwa inflasi nasional secara month-to-month tercatat 4,76 persen berdasarkan data BPS. Dua komponen utama penyumbang inflasi adalah harga emas dan tarif listrik.

“Kenaikan harga emas dipengaruhi kondisi global, termasuk dinamika di Timur Tengah. Selama sekitar 30 bulan terakhir, harga emas terus meningkat dan kini berada di level tinggi,” jelas Eddy.

Ia menambahkan, faktor kedua berasal dari tarif listrik.

“Pada Januari dan Februari 2025 tarif listrik sempat mendapat diskon 50 persen. Saat dibandingkan secara year-on-year dengan Februari 2026, tentu terlihat lonjakan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Untuk Kalimantan Selatan, inflasi year-on-year tercatat 5,97 persen. Menurut Eddy, angka tersebut juga dipengaruhi oleh komponen emas dan tarif listrik sebagaimana tren nasional.

Meski demikian, kondisi harga pangan di Kalsel dinilai relatif stabil.

“Harga pangan kita masih terkendali. Namun karena saat ini Ramadan dan mendekati Idul Fitri, pengawasan tetap kita tingkatkan,” katanya.

Ia menyoroti komoditas volatile food, terutama cabai rawit dan cabai merah, yang mengalami kenaikan harga di banyak daerah. “Ini yang perlu kita waspadai bersama. Untuk inflasi month-to-month di Kalsel berada di angka 0,8 persen, sehingga secara umum masih terkendali,” tambahnya.

Sementara itu, Sekjen Kemendagri Tomsi Thohir menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas upaya menjaga stabilitas harga.

“Jika dibandingkan Ramadan tahun lalu, harga komoditas relatif lebih rendah dan mayoritas masih di bawah harga acuan tertinggi. Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak,” imbuhnya.

Rakor tersebut juga diikuti unsur Polda Kalsel dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalsel secara daring sebagai bentuk sinergi dalam pengendalian inflasi daerah. MC Kalsel/Fuz

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru