Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Campak, Dinkes Kalsel Lakukan Surveilans Ke Lapangan

- Kontributor

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit campak dengan melakukan surveilans lapangan serta mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih luas, terutama pada kelompok rentan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat memantau situasi di lapangan.

“Untuk campak, surveilans kita sudah turun ke lapangan. Kita juga sudah membuat surat edaran ke kabupaten/kota untuk memastikan pencegahan penularan yang lebih luas,” ujar Diauddin, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus ditemukan pada anak-anak atau bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda apalagi menolak imunisasi.

“Kejadian ini banyak terjadi pada anak-anak atau bayi yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada masyarakat supaya jangan sampai tidak melakukan imunisasi kepada anak-anaknya, apalagi sengaja menolak,” tegasnya.

Menurut Diauddin, campak sebenarnya dapat menyerang semua kelompok usia, namun risiko kematian lebih tinggi pada bayi karena daya tahan tubuh yang masih rendah.

“Usianya memang semua usia bisa kena campak. Tapi yang lebih berisiko menyebabkan kematian adalah bayi karena daya tahan tubuhnya rendah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk mengenali gejala awal campak agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Gejala yang umum antara lain demam tinggi, muncul ruam, mata merah, serta diawali batuk dan pilek.

“Kalau ada gejala-gejala campak biasanya ruam, panas tinggi, mata merah, diawali batuk pilek itu secepatnya dibawa berobat untuk pemeriksaan,” imbaunya.

Karena campak merupakan penyakit menular, masyarakat diminta melakukan isolasi mandiri di rumah apabila anak menunjukkan gejala.

“Karena ini menular, kalau ada yang bergejala sebaiknya diisolasi di rumah dan diistirahatkan,” tambahnya.

Diauddin juga meluruskan pemahaman masyarakat bahwa campak berbeda dengan cacar, meski sama-sama disebabkan oleh virus.

“Campak dan cacar sama-sama virus, tapi berbeda,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah paling efektif melindungi anak dari risiko komplikasi dan kematian akibat campak. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Pemprov Kalsel Matangkan Pengelolaan Tugu Pal 0 Kilometer Sebelum Dibuka untuk Umum
Rahmat Trianto Nahkodai PASI Kalsel, Fokus Benahi Pembinaan dan Pertahankan Atlet Daerah
Gerakan Tanam Padi di Sungai Tabuk, DPKP Kalsel Dukung Percepatan Swasembada Pangan
Empat Hari Jelang POPDA 2026, Dispora Kalsel Pastikan Seluruh Persiapan Rampung
Sidak ke SPBU, Disdag Kalsel Tekankan Penjualan Biosolar Bersubsidi Tepat Sasaran
Satgas BBM Kalsel Sidak Sejumlah SPBU dan SPBKB, Pastikan Distribusi Solar Tepat Sasaran
Satpol PP dan Damkar Kalsel Backup Pengamanan Aksi Unjuk Rasa LSM Sakutu
Setelah 34 Tahun Berdiri, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Menyeluruh untuk Kembalikan Fungsi dan Nilai Arsitektur

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:50 WITA

Pemprov Kalsel Matangkan Pengelolaan Tugu Pal 0 Kilometer Sebelum Dibuka untuk Umum

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:47 WITA

Rahmat Trianto Nahkodai PASI Kalsel, Fokus Benahi Pembinaan dan Pertahankan Atlet Daerah

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:46 WITA

Gerakan Tanam Padi di Sungai Tabuk, DPKP Kalsel Dukung Percepatan Swasembada Pangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:37 WITA

Empat Hari Jelang POPDA 2026, Dispora Kalsel Pastikan Seluruh Persiapan Rampung

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:22 WITA

Sidak ke SPBU, Disdag Kalsel Tekankan Penjualan Biosolar Bersubsidi Tepat Sasaran

Berita Terbaru