BBTPH Kembangkan Buah Khas Lokal Kalsel Melalui Inovasi Pembenihan

- Kontributor

Senin, 13 April 2026 - 13:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) terus mendorong pengembangan tanaman endemik hortikultura sebagai upaya memperkuat kemandirian benih dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto, mengatakan pihaknya berkomitmen mengembangkan benih unggul asli daerah agar kebutuhan hortikultura tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Program perbenihan ini kita arahkan untuk mengembangkan produk-produk berkualitas khas Kalimantan Selatan. Artinya, kebutuhan benih bisa dipenuhi dari daerah sendiri tanpa harus mendatangkan dari luar,” ujarnya.

Menurut Sigid, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar pada varietas tanaman lokal dengan kualitas tinggi dan nilai ekonomi yang menjanjikan, terutama pada komoditas buah-buahan seperti durian. Beberapa varietas unggulan yang dikembangkan di antaranya durian kani, durian otong, serta jenis durian lokal lainnya.

Pengembangan dilakukan melalui teknik sambung pucuk dengan menggabungkan varietas lokal unggulan untuk menghasilkan bibit berkualitas. Setelah melalui proses tersebut, bibit kemudian disertifikasi sebelum dipasarkan ke masyarakat.

“Hasilnya tidak kalah dengan durian dari luar daerah. Terutama durian otong, itu sangat diminati dan kualitasnya luar biasa,” jelasnya, di Banjarbaru, Senin (13/4/2026).

Selain durian, BBTPH juga mengembangkan komoditas jeruk melalui metode okulasi. Teknik ini dilakukan dengan memanfaatkan batang bawah dari biji liar yang kemudian dikombinasikan dengan varietas unggulan seperti jeruk siam Banjar.

Di sektor tanaman lainnya, pengembangan pisang dilakukan melalui metode kultur jaringan, dengan fokus pada varietas khas daerah yakni pisang kepok manurun. Komoditas ini disebut memiliki permintaan tinggi di masyarakat.

“Pisang kepok manurun ini sangat diminati. Kita kembangkan melalui kultur jaringan agar menghasilkan bibit yang seragam dan berkualitas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, BBTPH Kalsel juga mengembangkan berbagai tanaman endemik lainnya seperti alpukat lokal, mundar, kueni, hingga kasturi yang menjadi ciri khas Kalimantan Selatan.

Dalam satu tahun, BBTPH mampu menyediakan ratusan bibit tanaman hortikultura. Untuk durian dan jeruk, stok yang tersedia mencapai sekitar 600 batang yang telah bersertifikat dan siap edar. Sementara untuk pisang, produksi terus ditingkatkan menyesuaikan tingginya permintaan.

Seluruh bibit yang diproduksi BBTPH telah melalui proses sertifikasi resmi dengan label biru dan ungu sebagai jaminan mutu. Hal ini menjadi syarat penting sebelum bibit dipasarkan kepada masyarakat maupun pihak ketiga.

Untuk memperluas akses pemasaran, BBTPH juga aktif membuka lapak penjualan di berbagai kegiatan, termasuk Car Free Day (CFD) di kawasan perkantoran gubernur. Harga bibit yang ditawarkan pun terjangkau, berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per batang, sesuai dengan ketentuan retribusi daerah.

Sigid berharap, melalui pengembangan tanaman endemik hortikultura ini, masyarakat semakin tertarik menanam varietas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah.

“Dengan benih unggul lokal yang berkualitas, kita optimistis sektor hortikultura di Kalimantan Selatan bisa semakin berkembang dan berdaya saing,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

Berita Terkait

20 Klien Disabilitas Perempuan Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD Iskaya Banaran
Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal
Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah 
Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13
Ribuan Goweser Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram, Hadiah Umrah Jadi Magnet Utama
Dinsos Kalsel Lepas 20 Klien Program Rehabilitasi Sosial Angkatan VIII PRSPD Iskaya Banaran
Lima Langkah Strategis Disiapkan Pemprov Kalsel Tingkatkan Kinerja GWPP
Di FGD Keja Sama Industri, Disperin Kalsel Fokus Dorong Hilirisasi Industri

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:47 WITA

20 Klien Disabilitas Perempuan Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD Iskaya Banaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:44 WITA

Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:09 WITA

Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah 

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:05 WITA

Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:03 WITA

Ribuan Goweser Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram, Hadiah Umrah Jadi Magnet Utama

Berita Terbaru