YPR Kobra Kalsel Lakukan Pembinaan Klien Diduga Gangguan Jiwa Akibat Penyalahgunaan Zat

- Kontributor

Jumat, 24 April 2026 - 13:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Yayasan Pemulihan Rehabilitasi (YPR) Kobra Kalimantan Selatan melakukan penanganan terhadap seorang klien yang diduga mengalami gangguan jiwa akibat penyalahgunaan zat berbahaya jenis “lem fox”, setelah menerima laporan dari Dinas Sosial Kota Banjarbaru.

Ketua YPR Kobra Kalsel, Ardian Noverdi Pratama, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan intervensi awal setelah menerima laporan dari staf rehabilitasi sosial. Tahapan yang dilakukan meliputi screening hingga pembinaan lanjutan di lembaga rehabilitasi.

“Pertama kami menerima laporan dari staf resos Dinas Sosial Banjarbaru. Setelah itu kami lakukan intervensi, screening, dan pembinaan di lembaga kami. Untuk diagnosis awal, klien tersebut diduga mengalami gangguan jiwa akibat penyalahgunaan zat jenis lem fox,” ujar Ardian, Banjarbaru, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan masyarakat di kawasan Kelurahan Guntung Payung, perilaku klien sempat meresahkan warga. Bahkan, sempat beredar video viral yang memperlihatkan tindakan berbahaya seperti membakar rumah.

“Memang dari laporan warga, klien ini sempat meresahkan. Di video yang viral juga terlihat tindakan yang membahayakan, seperti membakar rumah. Namun saat kami lakukan intervensi, kondisi sudah dalam keadaan kondusif dan aman,” jelasnya.

Ardian menambahkan, proses penanganan dilakukan secara terukur dan tidak dilakukan pengamanan di lembaga secara langsung. Klien akan menjalani tahapan pembinaan lanjutan selama beberapa bulan.

“Untuk penanganan selanjutnya, klien akan menjalani program pembinaan dengan estimasi waktu sekitar 3 sampai 7 bulan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M Farhanie, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga rehabilitasi dalam menangani kasus sosial di masyarakat.

Menurutnya, penanganan terhadap individu dengan gangguan jiwa, khususnya yang dipicu oleh penyalahgunaan zat, harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari penjangkauan, asesmen, hingga rehabilitasi berkelanjutan.

“Pemerintah daerah terus berupaya memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Penanganan seperti ini memerlukan kolaborasi lintas pihak, termasuk lembaga rehabilitasi seperti YPR Kobra,” ujar Selamat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kondisi serupa di lingkungan sekitar, agar dapat ditangani secara profesional dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Peran masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi awal. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan klien dapat pulih dan kembali berfungsi secara sosial,” pungkasnya. MC Kalsel/Rns

Berita Terkait

Lintasan Atletik Stadion 17 Mei Ditarget Selesai Akhir Juni, Kursi Stadion Diganti Total
Ekonomi Kalsel Tumbuh Solid, DJPb Sebut Kinerja Fiskal dan Perdagangan Tetap Terjaga
Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen
Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp6,68 Triliun, DJPb Sebut Dukungan Fiskal Daerah Terus Terjaga
Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima
Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan
Turnamen Biliar Antar Wartawan Kalimantan 2026 Kembali Digelar di Banjarmasin
Disbunnak Kalsel Pastikan Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:23 WITA

Lintasan Atletik Stadion 17 Mei Ditarget Selesai Akhir Juni, Kursi Stadion Diganti Total

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WITA

Ekonomi Kalsel Tumbuh Solid, DJPb Sebut Kinerja Fiskal dan Perdagangan Tetap Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:58 WITA

Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:52 WITA

Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp6,68 Triliun, DJPb Sebut Dukungan Fiskal Daerah Terus Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:48 WITA

Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima

Berita Terbaru