Pemprov Kalsel Matangkan Pembentukan Komponen Cadangan, Target Libatkan Ratusan Peserta

- Kontributor

Selasa, 28 April 2026 - 19:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mematangkan rencana pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) di wilayah Kalsel, sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat sistem pertahanan nasional berbasis partisipasi warga negara. 

Hal tersebut disampaikannya usai rapat lanjutan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan dan diikuti oleh seluruh pemerintah kabupaten kota se-Kalsel di Ruang Rapat Abrani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Selasa (28/4/2026).

Menurut Syarifuddin, pelaksanaan Komcad di daerah akan menyasar kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun. Program ini diharapkan mampu membentuk kesiapsiagaan sumber daya manusia yang dapat mendukung pertahanan negara. 

“Kita menyesuaikan dengan arahan pemerintah pusat, di mana seluruh daerah akan melaksanakan pembentukan komponen cadangan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan sebelumnya bersama Kementerian Pertahanan, termasuk dengan Kepala Pusat Medan Komponen Cadangan. Dalam rapat lanjutan ini, Pemprov Kalsel mengundang berbagai pemangku kepentingan seperti Inspektorat, Sekretariat Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) guna merumuskan skema pelaksanaan secara komprehensif.

“Fokus pembahasan hari ini adalah menyepakati besaran anggaran per peserta serta mekanisme penganggarannya, termasuk penempatan alokasi dana di masing-masing perangkat daerah,” jelasnya.

Syarifuddin mengungkapkan, sementara ini kuota peserta Komcad di Kalsel direncanakan sekitar 700 orang, dengan pembagian masing-masing kabupaten/kota dan provinsi sebanyak 50 orang. 

Untuk pelaksanaan pelatihan, direncanakan akan bekerja sama dengan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) dengan durasi pendidikan maksimal dua bulan.

“Rencana pelatihan kemungkinan dilaksanakan di Rindam, dengan waktu pendidikan sekitar dua bulan. Ini masih dalam tahap pematangan,” tambahnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemprov Kalsel berharap seluruh aspek teknis dan administratif pembentukan Komcad dapat segera difinalisasi, sehingga implementasi program dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebijakan nasional. MC Kalsel/Fuz

The post Pemprov Kalsel Matangkan Pembentukan Komponen Cadangan, Target Libatkan Ratusan Peserta appeared first on Media Center Provinsi Kalimantan Selatan.

Berita Terkait

Lintasan Atletik Stadion 17 Mei Ditarget Selesai Akhir Juni, Kursi Stadion Diganti Total
Ekonomi Kalsel Tumbuh Solid, DJPb Sebut Kinerja Fiskal dan Perdagangan Tetap Terjaga
Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen
Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp6,68 Triliun, DJPb Sebut Dukungan Fiskal Daerah Terus Terjaga
Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima
Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan
Turnamen Biliar Antar Wartawan Kalimantan 2026 Kembali Digelar di Banjarmasin
Disbunnak Kalsel Pastikan Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:23 WITA

Lintasan Atletik Stadion 17 Mei Ditarget Selesai Akhir Juni, Kursi Stadion Diganti Total

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WITA

Ekonomi Kalsel Tumbuh Solid, DJPb Sebut Kinerja Fiskal dan Perdagangan Tetap Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:58 WITA

Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:52 WITA

Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp6,68 Triliun, DJPb Sebut Dukungan Fiskal Daerah Terus Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:48 WITA

Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima

Berita Terbaru