Bappeda Kalsel Gelar FGD Kajian KEK Mekar Putih, Dorong Penguatan Rantai Nilai dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

- Kontributor

Senin, 11 Mei 2026 - 14:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam rangka penyusunan dokumen Analisis Pengembangan dan Proyeksi Rantai Nilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih terhadap komoditas unggulan Kalimantan Selatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Ekspose Antara dan Focus Group Discussion (FGD) Kajian KEK Mekar Putih, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Syahrir Bappeda Kalsel, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen kajian strategis guna menganalisis potensi pengembangan rantai nilai komoditas unggulan Kalimantan Selatan yang terintegrasi dengan keberadaan KEK Mekar Putih.

Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti menyampaikan, kajian ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai keterkaitan sektor hulu hingga hilir, peluang peningkatan nilai tambah, penguatan daya saing daerah, serta proyeksi pengembangan ekonomi kawasan di masa mendatang.

“Melalui kajian ini, pemerintah daerah berupaya mendorong terciptanya ekosistem industri dan investasi yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. KEK Mekar Putih diharapkan tidak hanya menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect terhadap sektor-sektor unggulan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan KEK Mekar Putih nantinya diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam rantai pasok regional maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Astuti juga menyoroti tantangan pertumbuhan ekonomi daerah yang dipengaruhi kondisi geopolitik global. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen pada tahun 2029 sebagaimana tertuang dalam RPJMD.

“Di dalam RPJMD kita, target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2029 berada di angka 8,1 persen. Saat ini pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5,67 persen dan kondisi geopolitik dunia tentu menjadi tantangan tersendiri,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pembahasan bersama Bappenas dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2027 diproyeksikan berada pada kisaran 6,7 hingga 7,2 persen.

“Target ini sangat tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain. Karena itu, kami berharap ketika Peraturan Presiden terkait KEK terbit dan KEK Mekar Putih mulai beroperasi, target pertumbuhan ekonomi 8,1 persen pada 2029 dapat tercapai,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk mewujudkan target tersebut diperlukan keterlibatan dan kontribusi seluruh pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun pelaku usaha agar dokumen yang dihasilkan benar-benar implementatif dan dapat diterapkan di lapangan.

“Kami berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan pandangan, masukan, serta pengalaman yang relevan sehingga hasil akhir dokumen nantinya dapat menjadi acuan yang berkualitas dalam mendukung pengembangan KEK Mekar Putih dan komoditas unggulan Kalimantan Selatan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Adapun beberapa hal yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan tersebut antara lain tersusunnya masukan dan rekomendasi strategis terhadap hasil kajian antara, teridentifikasinya potensi, tantangan, dan peluang pengembangan rantai nilai komoditas unggulan daerah, serta terbangunnya sinergi dan kesepahaman antar pemangku kepentingan dalam pengembangan KEK Mekar Putih.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghasilkan dokumen kajian yang komprehensif, implementatif, dan mendukung arah pembangunan ekonomi daerah, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan dan strategi pengembangan investasi yang mampu meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru