
Pembangunan Jembatan Pulaulaut yang menghubungkan Kotabaru dengan Batulicin terus menunjukkan progres positif sejak kontrak kerja diteken pada Maret 2026 lalu.
Proyek strategis tersebut kini mendapat perhatian langsung dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, mengatakan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar melakukan monitoring lapangan pada akhir pekan lalu.
Dalam kunjungan itu, Roy meminta adanya sinkronisasi lintas pihak melalui pembentukan tim koordinasi khusus. Langkah tersebut dinilai penting karena pembangunan jembatan melibatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Dua bagian pendekat menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sedangkan bentang tengah dikerjakan Kementerian PU. Karena itu diperlukan satu tim koordinasi agar seluruh pekerjaan berjalan selaras,” kata Yasin, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, tim koordinasi nantinya akan bertugas mengatur sinkronisasi pekerjaan di lapangan, termasuk menghitung kebutuhan material konstruksi dan menyiapkan antisipasi apabila terjadi hambatan pasokan seperti semen, agregat, maupun pasir.
Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap konektivitas jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih. Dirjen Bina Marga meminta kualitas sambungan jalan di sisi selatan dan utara proyek diperhatikan secara detail agar tidak menimbulkan kerusakan maupun pekerjaan perbaikan setelah jembatan rampung dibangun.
Yasin menambahkan, progres pekerjaan saat ini masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target. Pada sisi Batulicin telah beroperasi lima unit alat bore pile dan dalam waktu dekat akan ditambah satu unit lagi yang didatangkan dari Pulau Jawa.
Sementara itu, di sisi Kotabaru terdapat tiga unit bore pile yang sudah bekerja. Adapun pengerjaan bentang tengah jembatan juga mulai dipersiapkan dengan dua unit tongkang sebagai sarana pendukung konstruksi.
Pembangunan Jembatan Pulaulaut sendiri terbagi menjadi tiga paket pekerjaan. Paket sisi Batulicin sepanjang sekitar satu kilometer dikerjakan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi dengan nilai anggaran sekitar Rp1 triliun.
Kemudian paket sisi Kotabaru sepanjang 1,5 kilometer dilaksanakan PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya dengan nilai proyek sekitar Rp993 miliar.
Sedangkan bentang tengah sepanjang 500 meter dikerjakan PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya dengan total anggaran sekitar Rp2,8 triliun.
Pemprov Kalsel berharap proyek multiyears 2026–2028 tersebut mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di kawasan Kotabaru dan Tanah Bumbu. MC Kalsel/tgh












