Eksplorasi di Tanah Bumbu, Kebun Raya Banua Temukan 56 Spesies Tumbuhan

- Kontributor

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UPTD Kebun Raya Banua melaksanakan kegiatan eksplorasi tumbuhan di Desa Dukuhrejo, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu pada 21 hingga 25 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya konservasi tumbuhan khas dan endemik Kalimantan Selatan yang mulai jarang ditemukan di habitat aslinya.

Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto melalui Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Exsitu, Muhammad Ferza Listyannoor mengatakan, lokasi eksplorasi dipusatkan di kawasan sekitar Gua Liang Bangkai yang memiliki keanekaragaman hayati cukup tinggi.

“Pelaksanaan eksplorasi ini merupakan bagian dari fungsi Kebun Raya sebagai lembaga konservasi. Kami berupaya mencari dan menyelamatkan tanaman-tanaman khas Kalimantan Selatan yang keberadaannya mulai langka agar tetap dapat dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya saat diwawancarai di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Rabu (13/5/2026).

Ferza menjelaskan, selama kegiatan berlangsung tim berhasil menemukan sebanyak 56 spesies tumbuhan. Jenis tumbuhan yang ditemukan didominasi oleh tanaman anggrek, begonia, serta berbagai jenis tanaman hias dan kladi-kladian.

Menurutnya, seluruh tumbuhan hasil eksplorasi akan dibawa ke Kebun Raya Banua untuk dibudidayakan dan dirawat secara intensif agar dapat tumbuh dengan baik di kawasan konservasi exsitu.

“Tumbuhan yang dibawa ke Kebun Raya belum tentu langsung bisa hidup. Karena itu perlu perawatan khusus agar dapat beradaptasi. Jika berhasil tumbuh, nantinya tanaman tersebut bisa menjadi koleksi konservasi sekaligus dibagikan untuk kepentingan edukasi maupun pelestarian,” jelasnya.

Ia menambahkan, eksplorasi tahun ini juga memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengambil tumbuhan dari alam, tetapi turut mengembalikan bibit tanaman langka ke habitat asalnya.

Ferza mencontohkan jenis meranti-merantian yang sebelumnya pernah diselamatkan melalui kegiatan eksplorasi beberapa tahun lalu kini telah berkembang di Kebun Raya Banua dan dibawa kembali ke Tanah Bumbu untuk mendukung pelestarian di daerah asalnya.

“Sekarang tanaman meranti sudah semakin jarang ditemukan. Jadi ada timbal balik dalam kegiatan ini, bukan hanya Kebun Raya yang mendapatkan manfaat, tetapi masyarakat dan lingkungan di daerah juga merasakan dampaknya,” katanya.

Ia berharap kegiatan eksplorasi tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan tumbuhan khas Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati daerah. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Satpol PP dan Damkar Kalsel Backup Pengamanan Aksi Unjuk Rasa LSM Sakutu
Setelah 34 Tahun Berdiri, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Menyeluruh untuk Kembalikan Fungsi dan Nilai Arsitektur
Museum Lambung Mangkurat Perkuat Inklusivitas Melalui Program Belajar Bersama Bahasa Isyarat
Ambil Langkah Cepat, Sekda Kalsel Tegaskan Satgas Penanganan Kelangkaan BBM Segera Dibentuk
RSJ Sambang Lihum Dorong Penanganan Kesehatan Mental Berbasis Komunitas
RSJ Sambang Lihum Perluas Fungsi Sebagai Pusat Informasi Kesehatan Jiwa
Review RP3KP Kalsel, DPRKP Dorong Sinkronisasi Perencanaan Perumahan dan Kawasan Permukiman
Kebun Raya Banua Kembangkan Riset Tumbuhan Obat Berbasis Pengetahuan Lokal

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:44 WITA

Satpol PP dan Damkar Kalsel Backup Pengamanan Aksi Unjuk Rasa LSM Sakutu

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:48 WITA

Setelah 34 Tahun Berdiri, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Menyeluruh untuk Kembalikan Fungsi dan Nilai Arsitektur

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:47 WITA

Museum Lambung Mangkurat Perkuat Inklusivitas Melalui Program Belajar Bersama Bahasa Isyarat

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:44 WITA

Ambil Langkah Cepat, Sekda Kalsel Tegaskan Satgas Penanganan Kelangkaan BBM Segera Dibentuk

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:15 WITA

RSJ Sambang Lihum Dorong Penanganan Kesehatan Mental Berbasis Komunitas

Berita Terbaru