



Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Gelar Teater Taman Budaya Kalsel (G2T2B) 2026 yang diinisiasi Taman Budaya Kalsel dengan melibatkan pelajar dan generasi muda. Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan di Banua.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Edy Suwarto, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya.
“Selain pementasan teater, kegiatan ini juga dirangkai dengan Sarasehan Teater, bazar UMKM, serta pentas kolaborasi seni yang melibatkan banyak komunitas,” ujar Edy, Banjarmasin, Senin (18/5/2026) malam.
Menurut Edy, pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum kebangkitan seni teater di Kalimantan Selatan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Teater bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan untuk menyampaikan nilai budaya, kritik sosial, serta sarana pembentukan karakter generasi muda,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan dua pesan utama bagi keberlanjutan ekosistem seni di Kalimantan Selatan. Pertama, para seniman diharapkan terus berinovasi dan kreatif dalam mengemas seni pertunjukan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
“Kedua, pelajar dan generasi muda diminta menjadikan seni budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan daerah. Generasi muda harus terus belajar dan berani tampil demi melestarikan warisan budaya Banua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, menjelaskan kegiatan G2T2B merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam melestarikan dan mengembangkan seni teater di Kalimantan Selatan. Penyelenggaraan tahun 2026 ini didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Kegiatan yang berlangsung pada 18–19 Mei 2026 tersebut melibatkan berbagai sanggar seni, komunitas teater pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat umum. Tercatat lebih dari 150 partisipan turut memeriahkan rangkaian acara. Selain pertunjukan utama, kegiatan juga diisi dengan agenda edukatif berupa Sarasehan Teater,” ujar Rizal.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kreativitas para seniman teater lokal terus berkembang sekaligus mampu menarik minat generasi muda terhadap seni pertunjukan tradisional maupun modern di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Jml












