TAG Kalsel Bahas Program Banua Waspada Scam Bersama OJK untuk Cegah Penipuan Digital

- Kontributor

Senin, 25 Mei 2026 - 22:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar audiensi terkait Program Banua Waspada Scam bersama Tim Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalsel di Ruang Rapat H. Aberani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Senin (25/5/2026).

Pertemuan tersebut diinisiasi Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdaprov Kalsel dan turut dihadiri sejumlah perwakilan SKPD, di antaranya Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, BKAD, Dinas Koperasi dan UKM, serta Biro Perekonomian.

Paparan program disampaikan Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Kalsel, Armansyah, didampingi Asisten Direktur Andi Rahman Yuliman.

Program Banua Waspada Scam direncanakan diluncurkan pada Agustus 2026 sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya penipuan digital dan investasi ilegal.

Dalam pemaparannya, OJK menyebut secara nasional terdapat 549.074 laporan kasus scam dengan total kerugian mencapai Rp9 triliun. Sementara di Kalimantan Selatan, sejak Desember 2025 hingga 30 April 2026 tercatat 3.314 laporan dengan nilai kerugian sekitar Rp111,2 miliar.

OJK juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan tidak membagikan data pribadi, menjaga kerahasiaan PIN, password dan kode OTP, serta menghindari mengklik tautan mencurigakan dari nomor atau akun yang tidak dikenal.

Selain itu, OJK mendorong adanya unit layanan laporan di tingkat kecamatan guna mempercepat penanganan kasus dan mencegah munculnya korban baru.

Dalam diskusi, sejumlah Tenaga Ahli Gubernur turut memberikan masukan terkait strategi sosialisasi program tersebut. Tasyriq Usman mengusulkan edukasi dilakukan melalui televisi agar menjangkau masyarakat lebih luas, sementara Gusti Muhammad Hatta menyarankan pemanfaatan radio untuk menjangkau warga hingga pelosok desa.

Sementara itu, Nurul Fajar Desira menilai pentingnya koordinasi lintas instansi, seperti dengan Dinas Kominfo dan pihak perbankan, agar laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti lebih cepat dan efektif. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Polda Kalsel Musnahkan 128,7 Kilogram Sabu Senilai Rp231 Miliar, Lima Tersangka Diamankan
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 128,7 Kilogram Sabu, Kapolda: Sasar Daerah Pertambangan dan Perkotaan
Polda Kalsel Ungkap 128,7 Kilogram Sabu, Pemprov Apresiasi Kinerja Aparat
Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata Berkelanjutan
Pemprov Kalsel Berkomitmen Penuhi Sarana Pendidikan Ramah Disabilitas
Jaga Eksistensi Budaya, Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat
Workshop Wirausaha Kerajinan, Disperin dan Dekranasda Kalsel Berdayakan Industri Usaha di Banua
Hj. Mariana Ajak Pekerja Informal Tanah Bumbu Miliki Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Mulai Rp16.800 per Bulan

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:27 WITA

Polda Kalsel Musnahkan 128,7 Kilogram Sabu Senilai Rp231 Miliar, Lima Tersangka Diamankan

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:48 WITA

Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 128,7 Kilogram Sabu, Kapolda: Sasar Daerah Pertambangan dan Perkotaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:43 WITA

Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata Berkelanjutan

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:40 WITA

Pemprov Kalsel Berkomitmen Penuhi Sarana Pendidikan Ramah Disabilitas

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:37 WITA

Jaga Eksistensi Budaya, Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat

Berita Terbaru