Jaga Eksistensi Budaya, Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat

- Kontributor

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat menggelar Pameran Temporer I Peradaban Dayak Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Merawat yang Ada, Menjaga yang Tersisa”, pameran ini mengupas tuntas dan menarasikan perjalanan serta perkembangan peradaban masyarakat Dayak sebagai upaya nyata pelestarian budaya daerah.

Selain sebagai ajang pelestarian, pameran ini juga dimaksimalkan sebagai wadah edukasi untuk mengenalkan lebih dekat bagaimana peradaban dan eksistensi Suku Dayak yang ada di Kalsel kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwanto memberikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Langkah tersebut dinilainya menjadi bagian nyata dalam menyukseskan program pembangunan daerah.

“Ini sangat bagus ya. Jadi kegiatan ini tema yang pertama. Ini inisiatif yang luar biasa dari Kepala Museum, menjawab dari visi-misi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), terutama misi satu yaitu mengangkat lagi tradisi budaya Banjar dan Dayak. Nah, itu yang saya apresiasi kepada kawan-kawan kita di museum, Kepala Museum dan jajaran,” ujar Eddy, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).

Ke depan, Disdikbud Kalsel berharap agar Museum Lambung Mangkurat tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan barang-barang bersejarah. Lebih dari itu, museum dituntut untuk konsisten dan mampu mengintegrasikan kekayaan budaya ini ke berbagai sektor kehidupan.

“Harapan ke depan mungkin lebih kepada konsistensi ya, karena kita kan sudah punya kekayaan yang luar biasa di Banua ini. Tinggal bagaimana nanti implementasinya kepada dimensi-dimensi kemajuan kebudayaan; dimensi ekspresi, dimensi ekonomi, dimensi pendidikan. Nah, itu nanti dibuatkan melalui fungsi museum,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa esensi utama dari museum adalah sebagai jembatan ilmu dan peradaban antargenerasi agar warisan leluhur tidak punah tergerus zaman.

“Museum ini kan bukan hanya tempat warisan ya, bukan tempat koleksi sebenarnya, tapi lebih kepada bagaimana nanti warisan ini diturunkan kepada generasi selanjutnya,” pungkasnya. MC Kalsel/Jml

Berita Terkait

ABTI Kalsel Siapkan 10 Atlet Hadapi PON Pantai 2026, Bidik Peningkatan Prestasi
Fourfeo PWI-Adaro Perkuat Silaturahmi, Matangkan Persiapan Wartawan Kalsel Menuju Porwanas Lampung 
Lindungi Hak Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan SKK Penagihan Rp3,25 Miliar ke Kejari Kotabaru
BPSDMD Kalsel Tutup Pelatihan Manajemen Risiko 2026, Dorong ASN Perkuat Budaya Sadar Risiko
Diskop UKM Kalsel Gelar Ceramah Agama, Perkuat Keimanan dan Integritas Aparatur
Kunjungan Edukasi ke Amanah Borneo Park, PAUD Citra Indonesia Kenalkan Anak pada Alam dan Pengalaman Belajar Langsung
Dispersip Kalsel Hadirkan Layanan Referensi untuk Permudah Akses Informasi Masyarakat
Dislautkan Kalsel Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai Angsana, Perkuat Gerakan Indonesia Asri

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:06 WITA

ABTI Kalsel Siapkan 10 Atlet Hadapi PON Pantai 2026, Bidik Peningkatan Prestasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Fourfeo PWI-Adaro Perkuat Silaturahmi, Matangkan Persiapan Wartawan Kalsel Menuju Porwanas Lampung 

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:06 WITA

Lindungi Hak Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan SKK Penagihan Rp3,25 Miliar ke Kejari Kotabaru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Diskop UKM Kalsel Gelar Ceramah Agama, Perkuat Keimanan dan Integritas Aparatur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:45 WITA

Kunjungan Edukasi ke Amanah Borneo Park, PAUD Citra Indonesia Kenalkan Anak pada Alam dan Pengalaman Belajar Langsung

Berita Terbaru