Pemprov Kalsel Dukung Pengembangan Perdagangan Karbon sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

- Kontributor

Senin, 22 Juni 2026 - 17:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pengembangan ekonomi hijau (green economy) sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan. Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalimantan Selatan, Sugiarto Sumas, usai mengikuti Rapat Koordinasi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Pemanfaatan Potensi Ekonomi Karbon Daerah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Banjarmasin, Senin (22/6/2026).

Sugiarto mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut karena dinilai sangat strategis dalam memperkuat pemahaman berbagai pemangku kepentingan mengenai peluang perdagangan karbon yang diproyeksikan menjadi sektor ekonomi yang berkembang pesat pada masa mendatang.

“Kita sangat menghargai kegiatan hari ini karena sangat penting berbicara tentang perdagangan karbon di masa depan. Ini merupakan salah satu potensi ekonomi yang akan terus berkembang, seiring dengan berkembangnya ekonomi digital, ekonomi hijau, dan wellness economy,” ujarnya.

Menurutnya, pembahasan mengenai perdagangan karbon menjadi bagian penting dalam pengembangan green economy yang saat ini mulai mendapat perhatian luas, baik di tingkat nasional maupun global. Selain itu, forum tersebut juga membahas berbagai isu lingkungan yang menjadi perhatian daerah, termasuk penanganan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Kota Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, peserta rapat juga mendapatkan berbagai masukan dan wawasan dari akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terkait pemetaan potensi karbon daerah berbasis teknologi geospasial.

Sugiarto mengatakan paparan yang disampaikan oleh Prof. Johari dari ULM memberikan gambaran yang komprehensif mengenai metode identifikasi dan pengukuran potensi karbon yang dimiliki Kalimantan Selatan.

“Beliau memberikan gambaran kepada kita bagaimana mengetahui potensi karbon yang ada melalui pendekatan geospasial. Tentu ini sangat penting sebagai dasar dalam pengembangan perdagangan karbon ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, Sugiarto menegaskan bahwa pengembangan ekonomi karbon sejalan dengan salah satu misi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yakni memperkuat ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim.

Menurutnya, perdagangan karbon tidak hanya berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

“Ketika kita berbicara karbon dan perdagangan karbon, maka kita juga berbicara tentang peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan daerah. Ini menjadi sangat penting, terutama di tengah kondisi transfer keuangan daerah yang semakin berkurang,” jelasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Pemprov Kalimantan Selatan berharap potensi ekonomi karbon dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. MC Kalsel/Fuz

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru