Lima Langkah Strategis Disiapkan Pemprov Kalsel Tingkatkan Kinerja GWPP

- Kontributor

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bergerak cepat merespons penurunan signifikan nilai indikator Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP). Berdasarkan data terbaru, nilai indikator GWPP Kalimantan Selatan turun sebesar 41,05 poin dari tahun 2023 ke tahun 2024.

Penurunan tersebut menjadi perhatian serius dan dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Dekonsentrasi yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (24/6/2026).

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan perlunya langkah konkret dan intervensi segera guna memperbaiki tata kelola program pembangunan nasional di daerah.

“Kami memahami bahwa nilai indikator GWPP Kalimantan Selatan mengalami penurunan sebesar 41,05 poin dari tahun 2023 ke tahun 2024. Angka ini menjadi sinyal yang menuntut evaluasi, terutama terhadap kebijakan dan mekanisme koordinasi, implementasi program di lapangan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta kapasitas kelembagaan perangkat daerah,” ujar Syarifuddin.

Menurutnya, kondisi tersebut diperkuat oleh hasil evaluasi realisasi anggaran dekonsentrasi hingga 31 Mei 2026. Sebagian besar satuan kerja (satker) tercatat masih memiliki tingkat penyerapan anggaran yang rendah dibandingkan pagu yang tersedia, bahkan beberapa satker belum merealisasikan anggaran sama sekali.

Rendahnya realisasi anggaran dinilai dapat menghambat percepatan pembangunan di Kalimantan Selatan yang memiliki karakteristik wilayah beragam, mulai dari kawasan perkotaan, pertanian, pertambangan, industri, pelabuhan strategis, hingga kawasan pengembangan Geopark Meratus.

“Data dekonsentrasi per 31 Mei 2026 menunjukkan sebagian besar satuan kerja masih memiliki realisasi anggaran yang jauh di bawah pagu, bahkan beberapa di antaranya masih nihil. Kondisi ini menegaskan bahwa percepatan penyerapan anggaran dan perbaikan tata kelola merupakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda,” tegasnya.

Dari hasil pemetaan internal, Pemprov Kalsel mengidentifikasi empat isu berisiko tinggi dalam pelaksanaan dekonsentrasi. Keempat isu tersebut meliputi keterlambatan pelaksanaan kegiatan dan pelaporan yang berdampak pada proses evaluasi, deviasi antara realisasi fisik dan keuangan, lemahnya koordinasi lintas sektor yang berpotensi menimbulkan duplikasi program, serta belum tersedianya sistem peringatan dini (early warning system).

Syarifuddin menjelaskan, tantangan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kompleksitas koordinasi antarperangkat daerah dan perbedaan prioritas pembangunan, serta faktor eksternal berupa dinamika regulasi nasional yang terus berkembang.

Sebagai upaya perbaikan, Pemprov Kalsel telah menyiapkan lima langkah strategis yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Langkah pertama adalah memperkuat koordinasi melalui forum pusat dan daerah yang terstruktur dan berkala. Kedua, mengintegrasikan data pembangunan ke dalam satu sistem data terpadu seluruh perangkat daerah.

Langkah ketiga adalah digitalisasi pengendalian melalui platform monitoring secara real-time. Keempat, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan yang komprehensif. Kelima, memperkuat monitoring dan evaluasi melalui penilaian kinerja secara triwulanan.

Seluruh langkah tersebut akan diintegrasikan ke dalam sistem kontrol berbasis digital yang memungkinkan deteksi dini terhadap berbagai kendala di lapangan.

“Kelima langkah tersebut akan diikat dalam sebuah sistem peringatan dini. Alurnya dimulai dari input data realisasi, dilanjutkan pemantauan risiko dan deviasi, kemudian notifikasi dini dan rekomendasi percepatan, hingga bermuara pada pencapaian target,” jelas Syarifuddin.

Melalui penerapan strategi tersebut, Pemprov Kalsel berharap sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan terukur, sehingga mampu mengoptimalkan pelayanan publik serta mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

ABTI Kalsel Siapkan 10 Atlet Hadapi PON Pantai 2026, Bidik Peningkatan Prestasi
Fourfeo PWI-Adaro Perkuat Silaturahmi, Matangkan Persiapan Wartawan Kalsel Menuju Porwanas Lampung 
Lindungi Hak Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan SKK Penagihan Rp3,25 Miliar ke Kejari Kotabaru
BPSDMD Kalsel Tutup Pelatihan Manajemen Risiko 2026, Dorong ASN Perkuat Budaya Sadar Risiko
Diskop UKM Kalsel Gelar Ceramah Agama, Perkuat Keimanan dan Integritas Aparatur
Kunjungan Edukasi ke Amanah Borneo Park, PAUD Citra Indonesia Kenalkan Anak pada Alam dan Pengalaman Belajar Langsung
Dispersip Kalsel Hadirkan Layanan Referensi untuk Permudah Akses Informasi Masyarakat
Dislautkan Kalsel Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai Angsana, Perkuat Gerakan Indonesia Asri

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:06 WITA

ABTI Kalsel Siapkan 10 Atlet Hadapi PON Pantai 2026, Bidik Peningkatan Prestasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Fourfeo PWI-Adaro Perkuat Silaturahmi, Matangkan Persiapan Wartawan Kalsel Menuju Porwanas Lampung 

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:06 WITA

Lindungi Hak Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan SKK Penagihan Rp3,25 Miliar ke Kejari Kotabaru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Diskop UKM Kalsel Gelar Ceramah Agama, Perkuat Keimanan dan Integritas Aparatur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:45 WITA

Kunjungan Edukasi ke Amanah Borneo Park, PAUD Citra Indonesia Kenalkan Anak pada Alam dan Pengalaman Belajar Langsung

Berita Terbaru