Pemprov Kalsel Dorong Solusi Berbasis Bukti Tangani Isu NEET Lewat Dialog Kebijakan “Kada Singgawian”

- Kontributor

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang produktif dan berdaya saing melalui Dialog Kebijakan Isu NEET (Not in Employment, Education, or Training) bertajuk “Kada Singgawian” yang digelar di Ruang Pangeran Samudera, Lantai 2 Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (24/6/2026).

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, mengatakan dialog tersebut menjadi wadah penting untuk merumuskan kebijakan berbasis data dan fakta sekaligus mendengar langsung pandangan para pemangku kepentingan, khususnya generasi muda.

Menurut Galuh, isu NEET perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kelompok usia 15 hingga 24 tahun yang tidak sedang bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan. Kelompok ini berbeda dengan pengangguran karena sebagian di antaranya tidak aktif mencari pekerjaan.

“Secara nasional, Badan Pusat Statistik mencatat sekitar 19,44 persen anak muda Indonesia berstatus NEET pada akhir tahun 2025 atau hampir mencapai sepuluh juta jiwa. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan lebih dari 70 persen penduduk Kalimantan Selatan merupakan generasi milenial, generasi Z, dan generasi Alpha. Kondisi tersebut menempatkan Kalimantan Selatan pada posisi strategis untuk memanfaatkan bonus demografi.

“Bonus demografi akan menjadi berkah apabila mampu dikelola dengan baik. Namun sebaliknya, dapat menjadi beban apabila tidak direncanakan dan dipersiapkan secara matang,” katanya.

Galuh juga memaparkan kondisi ketenagakerjaan Kalimantan Selatan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Februari 2026. Jumlah penduduk usia kerja mencapai 3,24 juta orang dengan 2,15 juta orang bekerja dan 84.851 orang menganggur. Angka pengangguran tersebut turun sebanyak 3.648 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Selatan tercatat sebesar 3,80 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,68 persen, sekaligus menjadi yang terendah kedua di wilayah Kalimantan. Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mencapai 69,07 persen.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Struktur ketenagakerjaan daerah masih didominasi sektor primer dan informal. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menyerap 31,70 persen tenaga kerja, sementara hampir 57 persen pekerja berada di sektor informal.

“Yang perlu menjadi perhatian bersama adalah tingkat pengangguran tertinggi justru berada pada lulusan Sekolah Menengah Atas sebesar 5,32 persen dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 5,28 persen. Ini menunjukkan masa transisi dari pendidikan ke dunia kerja masih menjadi titik yang rentan,” ungkapnya.

Karena itu, Galuh berharap dialog kebijakan tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang tajam, aplikatif, dan dapat ditindaklanjuti dalam perumusan kebijakan daerah.

Ia juga mengajak para pelajar, mahasiswa, dan peserta dialog untuk tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi turut menjadi subjek perubahan melalui gagasan dan pemikiran yang konstruktif.

“Bisa jadi gagasan yang disampaikan hari ini akan menjadi pijakan kebijakan daerah di masa mendatang. Karena itu, mari bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi masa depan Kalimantan Selatan,” katanya.

Dialog Kebijakan Isu NEET “Kada Singgawian” diselenggarakan oleh Tim Penggerak Basa Ibu Wiki Kalimantan Selatan dan diikuti berbagai pemangku kepentingan, pelajar, mahasiswa, serta para nomine lomba esai yang turut memberikan masukan terkait upaya penanganan dan pencegahan meningkatnya kelompok NEET di Banua. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru