

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik melalui penguatan Usaha Kesehatan Sekolah dan Madrasah (UKS/M).
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina UKS/M Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (9/7/2026).
Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dari kabupaten/kota yang hadir untuk memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan penyelenggaraan UKS/M di Kalimantan Selatan.
“Saya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian yang telah mendedikasikan dirinya untuk mengoptimalkan keberadaan UKS dan madrasah se-Kalimantan Selatan,” ujar Syarifuddin melalui Galuh Tantri Narindra.
Ia menjelaskan, pelaksanaan rapat koordinasi tersebut merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Melalui UKS/M, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan hidup sehat sehingga dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal.
Menurutnya, UKS/M memiliki peran penting melalui pelaksanaan Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
“UKS/M diharapkan tidak hanya menjadi program kesehatan sekolah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan dan pembudayaan hidup sehat bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitarnya,” katanya.
Syarifuddin mengakui masih ada daerah yang belum menjalankan fungsi pembinaan UKS/M secara maksimal akibat kurangnya koordinasi, pembinaan, monitoring, evaluasi, serta pergantian personel yang memengaruhi keberlanjutan program.
“Oleh karena itu, rakor ini diharapkan menguatkan komitmen Tim Pembina dalam melaksanakan penyelenggaraan UKS/M di kabupaten/kotanya masing-masing,” jelasnya.
Sebagai Ketua Tim Pembina UKS/M Provinsi Kalimantan Selatan, Ia juga mendorong agar program UKS/M diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah karena menjadi salah satu penopang kualitas kesehatan dan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
“Program UKS/M bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi elemen vital yang menopang kesehatan di lingkungan sekolah sehingga mampu menunjang prestasi belajar siswa,” tegasnya.
Ia menambahkan, integrasi tersebut harus didukung dengan penganggaran yang tepat, penyediaan sarana prasarana, peningkatan kompetensi kader kesehatan, serta pelaksanaan pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan.
Syarifuddin mengajak seluruh Tim Pembina UKS/M kabupaten/kota terus memperkuat koordinasi dan komitmen bersama agar transformasi UKS/M sebagai pusat pembudayaan hidup sehat dapat terwujud secara berkelanjutan.
“Mari kita kuatkan komitmen bersama guna mewujudkan transformasi UKS/M sebagai pusat pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah secara berkelanjutan,” tutupnya. MC Kalsel/Fuz












