Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Mulai MPLS, Fokus Kembalikan Disiplin dan Pembiasaan Asrama

- Kontributor

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Sebanyak 125 siswa kembali menjalani kehidupan berasrama setelah menikmati libur selama hampir satu bulan.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, mengatakan para siswa sebenarnya telah kembali ke asrama sejak 29 Juli 2026. Selama beberapa hari sebelum pembukaan resmi MPLS, para siswa mengikuti kegiatan kesamaptaan sebagai upaya menyegarkan kembali kebiasaan hidup disiplin di lingkungan asrama.

“Anak-anak sudah datang sejak tanggal 29 Juli. Tanggal 30 mereka mengikuti kesamaptaan untuk merefresh kembali kegiatan keasramaan yang sudah dijalani selama satu tahun agar tidak kaget saat kembali ke asrama,” ujar Rifki, Banjarbaru, Senin (3/8/2026).

Dijelaskannya, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026, para siswa mendapat pendampingan dari Taruna Akademi Kepolisian yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mendukung pelaksanaan MPLS di Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Selama sepekan tersebut, kegiatan difokuskan pada pembiasaan ulang terhadap aturan kehidupan berasrama, mulai dari kedisiplinan, kebersihan, ketertiban, pembentukan karakter, hingga latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Selain itu, siswa juga akan menerima berbagai materi sosialisasi dari sejumlah instansi, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan lembaga perlindungan anak.

Rifki mengakui masa libur selama satu bulan memberikan tantangan tersendiri. Sebagian siswa mampu kembali dengan semangat yang sama, namun ada pula yang harus kembali beradaptasi karena telah lama berinteraksi dengan lingkungan rumah dan teman-teman lamanya.

“Seolah-olah kami harus mereset kembali pembinaan yang sudah dilakukan selama satu tahun. Karena pengaruh lingkungan saat di rumah cukup besar, maka di awal ini kami fokus membangun kembali kebiasaan positif mereka,” katanya.

Untuk menjaga perkembangan siswa selama libur, pihak sekolah tetap melakukan pendampingan melalui program home visit. Awalnya kunjungan direncanakan tiga kali, namun intensitasnya ditambah menjadi lebih dari tiga kali agar perkembangan siswa dapat dipantau secara optimal.

Home visit dilakukan oleh wali asuh, wali asrama, serta guru yang secara langsung mengunjungi rumah siswa, termasuk yang berada di wilayah cukup jauh seperti Aluh-Aluh. Selain itu, siswa juga dibekali jurnal kegiatan selama libur sebagai bahan pemantauan, sementara komunikasi dengan orang tua terus dilakukan agar pembinaan tetap berlanjut di rumah.

Dalam proses pembelajaran, Rifki menegaskan sekolah tidak akan langsung memberikan materi akademik secara penuh. Prioritas utama pada pekan pertama adalah mengembalikan kenyamanan siswa terhadap pola kehidupan berasrama sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar.

“Kami meminta guru dan tenaga kependidikan tidak langsung mengejar pembelajaran. Yang paling penting mereka kembali nyaman dengan pola asrama. Setelah itu baru pembelajaran berjalan seperti biasa, dan kami sudah menyiapkan strategi untuk mengejar ketertinggalan waktu belajar,” jelasnya.

Rifki pun memastikan pelaksanaan MPLS di SRT 9 Banjarbaru berlangsung sesuai arahan pemerintah tanpa adanya praktik perploncoan ataupun tindakan yang bersifat kekerasan. Aktivitas fisik hanya berupa latihan PBB, permainan edukatif, serta pembinaan kebugaran.

Sebagai bagian dari pembinaan jasmani, setiap pagi para siswa rutin melaksanakan jogging bersama seusai salat Subuh mengelilingi kawasan balai sebelum bersiap mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Program tersebut diharapkan mampu menjaga kebugaran sekaligus membentuk disiplin dan karakter para siswa selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

ABTI Kalsel Siapkan 10 Atlet Hadapi PON Pantai 2026, Bidik Peningkatan Prestasi
Fourfeo PWI-Adaro Perkuat Silaturahmi, Matangkan Persiapan Wartawan Kalsel Menuju Porwanas Lampung 
Lindungi Hak Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan SKK Penagihan Rp3,25 Miliar ke Kejari Kotabaru
BPSDMD Kalsel Tutup Pelatihan Manajemen Risiko 2026, Dorong ASN Perkuat Budaya Sadar Risiko
Diskop UKM Kalsel Gelar Ceramah Agama, Perkuat Keimanan dan Integritas Aparatur
Kunjungan Edukasi ke Amanah Borneo Park, PAUD Citra Indonesia Kenalkan Anak pada Alam dan Pengalaman Belajar Langsung
Dispersip Kalsel Hadirkan Layanan Referensi untuk Permudah Akses Informasi Masyarakat
Dislautkan Kalsel Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai Angsana, Perkuat Gerakan Indonesia Asri

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:06 WITA

ABTI Kalsel Siapkan 10 Atlet Hadapi PON Pantai 2026, Bidik Peningkatan Prestasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Fourfeo PWI-Adaro Perkuat Silaturahmi, Matangkan Persiapan Wartawan Kalsel Menuju Porwanas Lampung 

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:06 WITA

Lindungi Hak Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan SKK Penagihan Rp3,25 Miliar ke Kejari Kotabaru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Diskop UKM Kalsel Gelar Ceramah Agama, Perkuat Keimanan dan Integritas Aparatur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:45 WITA

Kunjungan Edukasi ke Amanah Borneo Park, PAUD Citra Indonesia Kenalkan Anak pada Alam dan Pengalaman Belajar Langsung

Berita Terbaru