Wamenko Hanif Ingatkan Ancaman Krisis Air, Riam Kanan Jadi Perhatian

- Kontributor

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Koordinator, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan tidak hanya menghadapi persoalan luasnya area terbakar, tetapi juga keterbatasan ketersediaan air.

Hanif menyampaikan hal tersebut usai memimpin Apel Penanganan Karhutla di Pos Pantau Pengayuan, Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kondisi El Nino menyebabkan situasi hidrologis di Kalsel semakin menurun. Berkurangnya ketersediaan air menjadi tantangan serius karena air merupakan salah satu kebutuhan utama dalam operasi pemadaman karhutla, khususnya pada kawasan gambut.

“Kalau logistik uangnya ada, tapi kalau logistik airnya enggak ada, ini susah sekali kita menanggulangi,” kata Hanif.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Riam Kanan. Selain berfungsi sebagai sumber air, kawasan tersebut memiliki sejumlah fungsi strategis, termasuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi, perikanan dan sumber air untuk kebutuhan PDAM.

Hanif menyebut PLTA Riam Kanan memiliki kontribusi sekitar 30 megawatt. Karena itu, kondisi debit air di kawasan tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak mengganggu fungsi-fungsi strategis lainnya.

“Riam Kanan selain berfungsi sebagai dam, ada PLTA yang berkontribusi 30 MW. Itu harus kalau nanti disesuaikan dan menjadi alternatif yang harus dipikirkan, maka itu harus penting disiapkan sekarang,” ujarnya.

Hanif mengatakan pihaknya bersama tim pemerintah provinsi akan melakukan pengecekan langsung ke Riam Kanan untuk melihat kondisi terkini sekaligus membahas langkah lanjutan.

Perhatian juga diberikan terhadap kebutuhan air untuk intake PDAM. Penurunan volume air di sejumlah sumber air dinilai perlu diantisipasi agar penanganan karhutla tidak justru memberikan tekanan lebih besar terhadap kebutuhan air masyarakat.

“Ini harus selesai secepatnya sebelum logistik air semakin berkurang,” jelas Hanif.

Karena itu, ia meminta operasi pemadaman di Guntung Damar dan Liang Anggang dipercepat, sementara patroli diperkuat untuk mencegah munculnya kembali titik api. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru