Wamenko Hanif : Penanganan Karhutla Kalsel Butuh Gerakan Bersama

- Kontributor

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Koordinator Hanif Faisol Nurofiq menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, perusahaan hingga barisan pemadam kebakaran swasta.

Hal tersebut disampaikan Hanif setelah memimpin Apel Penanganan Karhutla di Pos Pantau Pengayuan, Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Apel tersebut diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, sejumlah kepala dinas, jajaran Kominfo, Disbunnak, Dinkes, Dishut, Tenaga Ahli Gubernur, pemadam kebakaran swasta dan unsur perusahaan.

Hanif mengatakan penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan kebakaran dan kabut asap di Kalsel. Pemerintah pusat dan daerah telah membagi wilayah prioritas agar penanganan dapat dilakukan secara lebih sistematis.

“Kita dengan seksama mencoba menyelesaikan permasalahan kabut asap ini secara sistematis,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan tiga kawasan utama menjadi perhatian, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang dan Pengayuan. Penanganan kemudian disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Untuk kawasan gambut seperti Guntung Damar dan Liang Anggang, pemerintah memperkuat operasi pemadaman dengan mesin pompa air. Sementara Pengayuan dibagi menjadi zona utara dan selatan dengan dukungan personel serta peralatan dari berbagai unsur.

Sekitar 350 personel disiapkan untuk bergerak di dua subzona Pengayuan. Selain itu, dukungan pemadam kebakaran swasta, masyarakat dan perusahaan turut menjadi bagian dari operasi di lapangan.

Hanif menilai kolaborasi tersebut penting karena karhutla tidak dapat ditangani hanya oleh satu institusi. Seluruh kekuatan yang tersedia harus dikerahkan secara terkoordinasi untuk mempercepat pemadaman.

“Ini semua perlu dukungan kita semua. Tidak ada ini masyarakat, ini pemerintah. Pemerintah sudah berusaha,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar setelah api berhasil dipadamkan, wilayah tersebut tidak langsung ditinggalkan. Patroli harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul.

Dengan penguatan pemadaman, patroli, pemantauan drone serta koordinasi lintas sektor, Hanif berharap penanganan karhutla di Kalsel dapat segera memasuki tahap operasional penuh dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat. MC Kalsel/Fuz

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru