Dinkes Kalsel Perkuat Surveilans dan Edukasi Masyarakat dalam Penanganan ISPA

- Kontributor

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya surveilans dan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui pemantauan perkembangan kasus secara berkala di seluruh kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan pemantauan dilakukan dengan mengoptimalkan laporan dari Puskesmas dan Rumah Sakit. Data yang dihimpun setiap minggu tersebut menjadi dasar bagi Dinkes untuk melihat perkembangan kasus sekaligus menentukan langkah respons bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

“Surveilans terus kita perkuat melalui laporan dari Puskesmas dan Rumah Sakit. Data ini kita pantau setiap minggu untuk melihat bagaimana perkembangan kasus ISPA di masing-masing daerah, sehingga apabila ada peningkatan kita dapat segera melakukan langkah respons,” ujar Diauddin di Banjarbaru, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, penanganan ISPA tidak hanya dilakukan melalui pemantauan jumlah kasus, tetapi juga dengan memastikan masyarakat yang mengalami gejala mendapatkan pelayanan kesehatan secara tepat.

Dinkes Kalsel mendorong seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengoptimalkan deteksi dini, melakukan pemeriksaan terhadap pasien, memberikan pengobatan sesuai kondisi dan diagnosis, serta melakukan rujukan apabila ditemukan pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Fasilitas pelayanan kesehatan kita dorong untuk melakukan deteksi dan penanganan secara dini. Pasien yang datang dengan keluhan ISPA harus mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi klinisnya. Apabila memang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tentu dilakukan rujukan,” jelasnya.

Selain aspek pelayanan kesehatan, Diauddin menekankan pentingnya upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat. Edukasi terus diberikan agar masyarakat memahami langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan ISPA.

Upaya tersebut antara lain menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik.

Masyarakat yang sedang mengalami gejala gangguan pernapasan juga dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika berada di tempat ramai atau berinteraksi dengan orang lain.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan tangan, memperhatikan sirkulasi udara, dan menggunakan masker ketika sedang mengalami gejala gangguan pernapasan merupakan langkah sederhana yang penting dilakukan,” ungkap Diauddin.

Diauddin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala ISPA seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan maupun sesak napas. Apabila keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jangan mengabaikan gejala yang muncul. Kalau keluhan semakin berat atau tidak membaik, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Hindari melakukan pengobatan sendiri secara berlebihan karena penanganan harus disesuaikan dengan kondisi pasien,” pesannya.

Dinkes Kalsel bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota akan terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ISPA dari minggu ke minggu. Pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi epidemiologis di lapangan dapat diketahui secara cepat dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.

Diauddin menegaskan, pengendalian ISPA membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat. Peran aktif masyarakat dalam menerapkan pencegahan serta melakukan pemeriksaan secara dini dinilai sangat penting dalam menekan risiko komplikasi maupun penularan.

“Penanganan ISPA tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran masyarakat. Dengan kewaspadaan bersama, deteksi dini dan penanganan yang cepat, kita berharap risiko komplikasi maupun penyebaran penyakit dapat ditekan,” pungkasnya. MC Kalsel/scw

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru