BI Kalsel: Gerakan Pangan Murah Jadi Langkah Konkret Stabilkan Harga

- Kontributor

Rabu, 2 September 2026 - 22:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel), Haris Munandar, mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman TVRI Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu (2/9/2026).

Haris menilai pangan merupakan kebutuhan paling mendasar sekaligus salah satu tolok ukur kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjadi perhatian penting pemerintah bersama berbagai pihak.

Menurutnya, kegiatan GPM merupakan bentuk nyata sinergi antara TVRI Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Perum Bulog, dan Bank Indonesia dalam membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

Haris menjelaskan, pangan juga menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau membuat distribusi dan logistik pangan menjadi tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.

Di daerah, pengendalian tersebut dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dalam hal ini, Bank Indonesia berperan sebagai fasilitator, akselerator, dan katalis untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan berbagai pihak.

Haris menyebut GPM menjadi langkah konkret karena mempertemukan masyarakat dengan penyedia pangan secara langsung. Kegiatan tersebut diharapkan membantu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat.

“Gerakan pangan murah ini merupakan tempat di mana ada stabilisasi harga. Ini yang diinginkan masyarakat, yaitu stabilisasi,” ujarnya.

Selain mengandalkan intervensi pemerintah, Haris mengajak masyarakat berbelanja secara bijaksana dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, pembelian dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat meningkatkan permintaan dan berpotensi mendorong kenaikan harga.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panik karena pemerintah bersama TPID terus melakukan langkah pengendalian pangan dan harga.

Haris menegaskan, sinergi melalui GPM, TPID, serta kebijakan pemerintah pusat menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga. Bank Indonesia turut berperan dalam upaya tersebut sesuai mandatnya menjaga stabilitas nilai rupiah, termasuk melalui pengendalian inflasi. MC Kalsel/Fuz

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru