DPKP Kalsel Dorong Kabupaten/Kota Jemput Bola Tingkatkan Registrasi PSAT PDUK

- Kontributor

Kamis, 3 September 2026 - 10:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pemerintah kabupaten/kota lebih aktif meningkatkan registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PDUK).

Dorongan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Pedoman Penerbitan dan Pembinaan Registrasi PSAT PDUK yang digelar DPKP Kalsel di Aula Kantor DPKP Kalsel, Banjarbaru, Kamis (3/9/2026). 

Kegiatan diikuti perwakilan bidang ketahanan pangan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten/kota se-Kalsel.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman melalui Sekretaris Dinas, Saptono, menegaskan registrasi PSAT PDUK tidak cukup hanya dilakukan secara administratif, tetapi harus dibarengi langkah aktif pemerintah daerah dalam menjangkau pelaku usaha.

“Kita harus aktif, jangan pasif dan jangan menunggu. Kita perlu jemput bola ke lapangan kepada para pelaku usaha melalui pembinaan, sosialisasi dan edukasi,” tegasnya.

Menurutnya, setiap kabupaten/kota perlu memiliki target yang terukur dalam meningkatkan jumlah produk PSAT yang terregistrasi. DPKP Kalsel mendorong sedikitnya empat hingga lima produk PSAT dapat diregistrasikan setiap tahun di masing-masing daerah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan jaminan keamanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap standar pengolahan dan peredaran pangan segar.

“Minimal setiap kabupaten/kota punya target empat atau lima produk yang bisa mendapatkan registrasi PSAT setiap tahun. Syukur-syukur bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Saptono juga menekankan agar peningkatan registrasi diikuti dengan pengawasan yang konsisten, baik pada tahap sebelum produk beredar maupun setelah beredar di masyarakat.

Kabupaten/kota, lanjutnya, memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pengawasan keamanan pangan. Karena itu, kegiatan pembinaan terhadap pelaku usaha harus dilakukan secara rutin dan tidak hanya ketika ditemukan persoalan.

Selain registrasi PSAT PDUK, DPKP Kalsel terus mendorong penguatan kapasitas Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) di kabupaten/kota.

Saat ini, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru telah mengikuti proses penilaian OKKPD dan masih menunggu hasil sidang pleno di tingkat pusat.

Ia berharap hasil penilaian tersebut memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi pemacu bagi daerah lainnya untuk mempersiapkan seluruh indikator yang dipersyaratkan.

“Harapannya tahun depan kabupaten lainnya juga sudah bisa dilakukan penilaian, sehingga seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan nantinya memiliki OKKPD yang tersertifikasi,” katanya.

Sementara itu, OKKPD Provinsi Kalimantan Selatan yang berada di bawah DPKP Kalsel telah memperoleh nilai A. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan keamanan pangan di daerah masing-masing.

Penguatan pengawasan juga diarahkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). DPKP Kalsel menilai aspek keamanan bahan pangan harus menjadi perhatian bersama, mengingat pangan yang disediakan dalam program tersebut dikonsumsi oleh anak-anak.

“Bagaimanapun yang diberi makan adalah anak-anak kita. Harapannya mereka menjadi generasi emas tahun 2045, bukan generasi cemas tahun 2045,” ungkap Saptono.

Ia menegaskan, meskipun pembagian kewenangan dalam pengawasan pangan untuk pelaksanaan MBG terus berkembang, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral dan kepentingan yang sama dalam memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi.

Selain itu, DPKP kabupaten/kota diminta terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan dalam mengawasi distribusi komoditas pangan, terutama beras. Pengawasan mencakup mutu serta peredaran komoditas pangan agar tetap sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat.

“Kalau kita dilibatkan, baik langsung maupun tidak langsung, tentunya kita harus tetap berpartisipasi dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi komoditas yang ada di pasaran,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi tersebut, DPKP Kalsel berharap pemerintah kabupaten/kota tidak hanya memahami mekanisme registrasi PSAT PDUK, tetapi mampu menerapkannya secara aktif melalui pembinaan, pendampingan dan pengawasan berkelanjutan di lapangan. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru