Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

- Kontributor

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARBARU, RADARBANUA– Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI terus menggencarkan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Sosialisasi tersebut digelar di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Sabtu siang (19/9/2026). Kegiatan diikuti ratusan peserta dan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur.

Di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI Hj. Mariana, Penata KKB Ahli Muda Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Endras Wari Kusuma Ardhani, S.Psi., M.M., Kepala DP3APMPPKB Kota Banjarbaru Hj. Erma Epiyana Hartati, S.Sos., M.M., serta Ketua RT 06 Awaludin.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan mengenai berbagai program Bangga Kencana, mulai dari pembangunan keluarga, kependudukan hingga keluarga berencana.

Dalam sambutannya, Hj. Mariana menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga tenaga kesehatan.

“Pertemuan hari ini bukan hanya merawat silaturahmi, tetapi juga menebar keberkahan dan manfaat sosial. Lewat sosialisasi ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama mendukung langkah strategis Kemendukbangga (dahulu BKKBN). Pembangunan kependudukan dan keluarga adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif kita semua,” jelas Mariana.

Pembangunan Dimulai dari Keluarga

Sementara itu, Endras Wari Kusuma Ardhani menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak semata-mata bertumpu pada pembangunan infrastruktur dan proyek berskala besar.

Menurutnya, pembangunan manusia justru dapat dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga.

“Pembangunan sebuah bangsa ternyata tidak melulu diawali dari pembangunan infrastruktur megah atau proyek-proyek raksasa, melainkan dari meja makan, ruang keluarga, dan pengasuhan anak di balik pintu rumah kita masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui program Bangga Kencana, pemerintah memiliki tiga pilar utama yang saling berkaitan, yakni kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.

Pada aspek kependudukan, kebijakan diarahkan pada pengelolaan serta pemetaan data kependudukan agar seimbang dengan daya dukung lingkungan dan target pembangunan nasional.

Kemudian pada aspek keluarga berencana, program diarahkan untuk membantu masyarakat mengatur jarak kelahiran, merencanakan jumlah anak serta meningkatkan akses terhadap pelayanan kontrasepsi yang aman.

Sedangkan pembangunan keluarga diarahkan untuk memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui berbagai kelompok kegiatan di masyarakat, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL).

“Pembangunan manusia di sini dirancang secara berkesinambungan—sejak balita, tumbuh remaja, beranjak dewasa, hingga memasuki usia senja,” jelasnya.

Kesadaran Masyarakat Banjarbaru

Kepala DP3APMPPKB Kota Banjarbaru, Hj. Erma Epiyana Hartati, mengatakan pemahaman masyarakat terhadap program Keluarga Berencana kini telah mengalami pergeseran.

Menurutnya, KB tidak lagi semata-mata dipahami sebagai persoalan penggunaan alat kontrasepsi maupun pembatasan jumlah anak. Lebih luas dari itu, Bangga Kencana merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Selama puluhan tahun, ketika mendengar kata Keluarga Berencana (KB), bayangan sebagian besar masyarakat kita sering kali tertahan pada satu hal: alat kontrasepsi, batas dua anak, atau spanduk-spanduk imbauan di sudut kelurahan. Namun, paradigma lama itu telah bergeser,” ujarnya.

Ia menyebut, melalui program Bangga Kencana, pengelolaan kependudukan di Kota Banjarbaru tidak lagi sekadar berkaitan dengan pengendalian angka kelahiran. Program tersebut juga menjadi bagian dari investasi untuk meningkatkan kualitas manusia dan keluarga dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Erma memaparkan, berdasarkan data per Agustus 2026, cakupan laporan dari fasilitas pelayanan KB, baik fasilitas pemerintah, swasta maupun Praktik Mandiri Bidan (PMB), telah mencapai 100 persen.

Sementara itu, capaian peserta KB aktif bahkan telah melampaui target, yakni mencapai 111 persen. Dari target sebanyak 4.482 peserta, realisasi mencapai 4.975 peserta.

“Meskipun capaian Peserta KB Baru (PB) hingga Agustus 2026 masih berada di angka 30,49 persen, yakni 2.099 peserta dari target 6.885, tingginya angka akumulasi peserta aktif membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Banjarbaru untuk merencanakan keluarga sudah berada pada tahapan mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi semata, tetapi dapat mendorong masyarakat untuk semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, pengasuhan anak, kesehatan reproduksi, serta pembangunan keluarga yang berkualitas.

Dengan keterlibatan pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan dan masyarakat, program Bangga Kencana diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan manusia dari tingkat keluarga hingga mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

Berita Terkait

Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan
BKPRMI Kalsel Perkuat Silaturahmi Lewat Fun Gowes di Milad ke-49
Banjarmasin Juara Umum Kejurprov Anggar Kalsel, Borong 15 Medali Emas
DPPPAKB Kalsel Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Video Pendek Perlindungan Perempuan dan Anak
Gubernur Kalsel Resmi Buka Banua Competition 2026, Dorong Generasi Muda Miliki Mental Kompetitif dan Berdaya Saing
Lepas Kontingen Peksiminas, Gubernur Kalsel Pesan Kontingen Harumkan Nama dan Marwah Banua
DPKP Kalsel Dorong Kabupaten/Kota Jemput Bola Tingkatkan Registrasi PSAT PDUK

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Sabtu, 19 September 2026 - 15:04 WITA

Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota

Jumat, 4 September 2026 - 12:04 WITA

100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Jumat, 4 September 2026 - 11:52 WITA

BKPRMI Kalsel Perkuat Silaturahmi Lewat Fun Gowes di Milad ke-49

Kamis, 3 September 2026 - 23:50 WITA

Banjarmasin Juara Umum Kejurprov Anggar Kalsel, Borong 15 Medali Emas

Berita Terbaru

Adv Kotabaru

Pemkab Kotabaru Buka Rakor Karhutla dan Bencana Kekeringan

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:13 WITA