TP PKK Kotabaru Dukung Literasi Inklusif untuk Tingkatkan Keterampilan dan Kemandirian Perempuan

- Kontributor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABARU, RADARBANUA – Pengembangan literasi berbasis inklusi sosial di Kabupaten Kotabaru terus didorong agar tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keterampilan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut mendapat dukungan dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kotabaru yang turut mendorong pengembangan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, melalui kegiatan literasi yang dapat memberikan manfaat secara langsung.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi yang digelar di Kabupaten Kotabaru, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Fathul Jannah Muhidin dan Ketua TP PKK Kabupaten Kotabaru Suci Anisa Rusli.

Kehadiran Hj. Fathul Jannah Muhidin dan Suci Anisa Rusli menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam kegiatan literasi yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan peluang usaha.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Sri Mawarni, S.Sos., M.Si., mengatakan perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca, tetapi harus mampu menjadi ruang belajar, berkarya, berinovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

“Literasi tidak boleh hanya menjadi urusan perpustakaan. Literasi adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Sri Mawarni juga mendorong perpustakaan desa, Posyandu, PKK dan Taman Baca Masyarakat agar aktif hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan akses pengetahuan dan keterampilan bagi perempuan, pemuda serta kelompok masyarakat lainnya.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah pelatihan “Seni Merangkai Buket dan Peluang Usaha Rumahan”.

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan praktik langsung mengenai seni merangkai buket, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai bagaimana keterampilan kreatif dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Pelatihan ini menjadi salah satu contoh nyata penerapan literasi berbasis inklusi sosial, di mana pengetahuan yang diperoleh masyarakat diarahkan menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas dan kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Kotabaru M. Fuad Fahruddin, S.Ag., M.M., mengatakan pengembangan literasi perlu disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal masyarakat.

Menurutnya, berbagai sektor dapat menjadi bagian dari pengembangan literasi, mulai dari perikanan, pertanian, perkebunan, UMKM, kuliner, hingga pengembangan kapasitas pemuda dan perempuan.

“Pengetahuan yang diberikan hendaknya dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, program literasi dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan pengolahan produk, pemasaran digital, fotografi produk UMKM, kelas komputer, literasi digital serta keterampilan kreatif yang memiliki peluang ekonomi.

Fuad menegaskan, keberhasilan program literasi berbasis inklusi sosial membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, kampus, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat.

Melalui penguatan TPBIS dan dukungan berbagai pihak, termasuk TP PKK Kabupaten Kotabaru, literasi diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu melahirkan perempuan yang lebih terampil, mandiri dan produktif, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.

Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi aktivitas membaca dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi jalan untuk belajar, berkarya, berdaya dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Kotabaru.

Berita Terkait

Trail Run Tahura Sebatung Diikuti 300 Peserta,Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake
Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
Pemkab. Kotabaru Buka Festival Akrab 2026, Harapkan Dapat Meningkatkan Ekonomi Kreatif
Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah
Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Bupati Kotabaru Lantik 41 Kepala Desa, Tekankan Pentingnya Merangkul Seluruh Elemen Masyarakat
Pengukuhan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN RI Tekankan Pelayanan Digital dan Promosi Potensi Daerah
Bupati Kotabaru Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat dan Rumah Sakit di Tanjung Lalak

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:01 WITA

Trail Run Tahura Sebatung Diikuti 300 Peserta,Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:09 WITA

Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:07 WITA

Pemkab. Kotabaru Buka Festival Akrab 2026, Harapkan Dapat Meningkatkan Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:06 WITA

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

Berita Terbaru