Rilis Angka Gini Ratio dari Maret 2017 Hingga 2020, Terjadi Pemerataan Pengeluaran di Kalsel

- Kontributor

Kamis, 5 Februari 2026 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angka Gini Ratio di Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak Maret 2017 hingga Maret 2020 mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode tersebut terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di Kalsel. 

Namun demikian,  Namun demikian, sebagai dampak pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia pada awal bulan Maret 2020, angka Gini Ratio sempat mengalami kenaikan pada September 2020, dan kemudian kembali mengalami penurunan pada Maret 2021–September 2022 dan kembali naik pada Maret 2023. 

“Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2025 sebesar 0,292, turun sebesar 0,012 poin dibanding September 2025 yang sebesar 0,304. Sementara di daerah perdesaan, Gini Ratio September 2025 tercatat sebesar 0,252, turun

sebesar 0,004 poin dibandingkan dengan kondisi Maret 2025. Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,248,” Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Mukhamad Mukhanif, Banjarbaru, Kamis (5/2/2026). 

Selain Gini Ratio, Mukhanif menyebutkan ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia. 

“Berdasarkan ukuran ini, tingkat ketimpangan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah angkanya di bawah 12 persen, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12–17 persen, serta ketimpangan rendah jika angkanya berada di atas 17 persen,” ucap Mukhanif.

Pada September 2025, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah di Kalimantan Selatan adalah sebesar 23,39 persen yang berarti ada pada kategori ketimpangan rendah. 

Jika dibedakan menurut daerah, pada September 2025 persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perkotaan adalah sebesar 23,01 persen, sementara persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perdesaan tercatat sebesar 24,70 persen. 

“Dengan demikian, tingkat ketimpangan menurut kriteria Bank Dunia baik di daerah perkotaan maupun daerah perdesaan termasuk

ketimpangan rendah. Walaupun tingkat ketimpangan di daerah perkotaan dan perdesaan termasuk rendah, jika dilihat dari besaran persentasenya bisa dikatakan tingkat ketimpangandi daerah perdesaan lebih baik dari pada di daerah perkotaan, di mana persentase penduduk 40 persen terbawah di daerah perdesaan lebih tinggi dari pada perkotaan,” ujar Mukhanif. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien

Berita Terbaru