Perkuat Program BioCF, Dishut Kalsel Pelajari Pinang Betara Varietas Unggul Nasional

- Kontributor

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) terus memperkuat strategi implementasi Program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF ISFL) melalui pengembangan komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK). Salah satu langkah konkret dilakukan dengan melaksanakan studi tiru budidaya Pinang Betara di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra didampingi jajaran Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Kalimantan Selatan, pejabat struktural Dishut Kalsel, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan.

Fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari secara langsung teknik penangkaran varietas Pinang Betara yang telah ditetapkan sebagai varietas unggul nasional. Dalam kesempatan tersebut, rombongan memperoleh penjelasan terkait karakteristik tanaman pinang di wilayah Jambi serta pola budidaya yang optimal, termasuk pengaturan jarak tanam ideal 3×3 meter untuk meningkatkan produktivitas.

“Di Kalimantan Selatan, pengembangan tanaman pinang telah mulai dilaksanakan di sejumlah kabupaten melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta skema Perhutanan Sosial. Namun demikian, pengelolaannya masih memerlukan penguatan aspek teknis agar dapat berkembang menjadi komoditas HHBK unggulan yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” kata Fathimatuzzahra, Rabu (11/2/2026).

Melalui kunjungan ke Provinsi Jambi ini, diharapkan jajaran Pokja REDD+ Dishut Kalsel dapat mengidentifikasi potensi pemilihan varietas bibit unggul, integrasi pengembangan pinang di lahan gambut, serta membangun jejaring pasar domestik dan internasional untuk biji pinang kering.

“Dengan demikian, masyarakat sekitar hutan memperoleh insentif ekonomi sebagai wujud penguatan komunitas HHBK yang berkelanjutan,” pungkas Fathimatuzzahra. MC Kalsel/Jml

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien

Berita Terbaru