Realisasikan Janji Gubernur, Pemprov Kalsel Alokasikan Anggaran Rp500 Juta Perkuat Program Pendidikan Kesetaraan

- Kontributor

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) siap merealisasikan salah satu janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, H. Muhidin-Hasunuryadi Sulaiman terkait peningkatan akses pendidikan melalui penguatan program pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang putus sekolah.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengatakan, bahwa program ini merupakan bagian dari tiga janji prioritas utama dibidang pendidikan oleh Gubernur Kalsel, yakni pembangunan pesantren modern, penguatan program pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C, serta peningkatan kualitas pendidikan secara umum.

Tantri menjelaskan, tujuan utama pengalokasian anggaran tersebut adalah menekan angka putus sekolah di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Melalui dukungan dana tersebut, anak-anak yang terkendala menyelesaikan pendidikan formal diharapkan dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur kesetaraan.

“Kami sudah memiliki data anak-anak yang putus sekolah. Dana ini akan disalurkan melalui BPKAD dan penggunaannya harus tepat sasaran, khusus untuk anak-anak tersebut. Disdikbud Kalsel akan juga akan mengawal penggunaan anggaran ini agar tepat sasaran” ujar Tantri di Banjarbaru, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, meskipun data anak putus sekolah telah dimiliki oleh Pemerintah Provinsi, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi dengan Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten/kota.

“Adapun mekanisme pelaksanaan program meliputi penyaluran dana ke seluruh kabupaten/kota untuk menjangkau wilayah lebih luas, penggunaan data spesifik anak putus sekolah dari Disdikbud Provinsi sebagai dasar penetapan sasaran, serta penargetan penurunan angka putus sekolah dan peningkatan angka partisipasi sekolah,” tambahnya.

Keberhasilan program ini juga akan diukur melalui perbaikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada periode 2026–2027.

Tantri berharap program tersebut mampu meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kalimantan Selatan secara signifikan dan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banua. MC Kalsel/Jml

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien

Berita Terbaru