Dinkes Kalsel Terus Percepat Penurunan Stunting Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

- Kontributor

Senin, 2 Maret 2026 - 09:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting dilakukan secara simultan melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menjelaskan bahwa setiap daerah telah memiliki Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai oleh wakil kepala daerah, sementara di tingkat provinsi dipimpin oleh Wakil Gubernur.

“Penanganan stunting itu berjalan simultan. Kita bersama kabupaten/kota masing-masing punya tim percepatan penurunan stunting,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Senin (2/3/2026)

Ia menegaskan, dari sisi kesehatan, intervensi yang dilakukan saat ini berjalan rutin seperti biasa. Hal ini karena stunting bukan lagi menjadi indikator kinerja utama Dinas Kesehatan, yang kini lebih difokuskan pada penanganan gizi buruk dan gizi kurang sebagai langkah pencegahan dini.

“Fokus kami di kesehatan adalah mencegah sebelum terjadi stunting. Karena kontribusi sektor kesehatan terhadap stunting itu sekitar 30 persen, sementara 70 persen lainnya dipengaruhi faktor lain seperti sanitasi dan lingkungan,” jelasnya.

Berbagai intervensi tetap dilaksanakan secara berkelanjutan, antara lain melalui layanan posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, serta kolaborasi lintas perangkat daerah dalam penyediaan makanan bergizi seperti telur.

Menurut Diauddin, tren penurunan stunting di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun ini, angka stunting turun sebesar 1,9 persen, menempatkan provinsi ini dalam 10 besar penurunan tertinggi secara nasional.

“Tahun ini penurunannya 1,9 persen. Secara nasional itu termasuk 10 besar penurunan terbanyak,” ungkapnya.

Meski demikian, prevalensi stunting di Kalimantan Selatan saat ini masih berada pada angka 22,9 persen. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh posisi awal yang memang cukup tinggi, yakni di kisaran 30 persen.

“Kita memang mulai dari angka yang sudah tinggi dulu, sekitar 30 persen. Jadi mengejar penurunannya memang perlu kerja ekstra,” tegas Diauddin.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penurunan stunting secara lebih signifikan di tahun-tahun mendatang. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026
Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports
516 Siswa RA-MI Ma’arif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
FORSGI Kalsel Akan Gelar Festival U-10 dan U-12 di Akhir Juni, Jadi Panggung Seleksi Talenta Sepak Bola Banua
Hasnuryadi Motivasi Atlet Panjat Tebing Kalsel Usai Raihan Medali Pertama di Jakarta
Indah Tiara Persembahkan Medali Perdana Kalsel di Kejurnas Panjat Tebing KU 2026
Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:53 WITA

Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:50 WITA

Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:08 WITA

516 Siswa RA-MI Ma’arif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:57 WITA

FORSGI Kalsel Akan Gelar Festival U-10 dan U-12 di Akhir Juni, Jadi Panggung Seleksi Talenta Sepak Bola Banua

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:47 WITA

Hasnuryadi Motivasi Atlet Panjat Tebing Kalsel Usai Raihan Medali Pertama di Jakarta

Berita Terbaru

Adv Tanah Bumbu

Dua Desa di Tanah Bumbu Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:23 WITA