Kalsel Inflasi 0,86 Persen, Gubernur Muhidin Bahas Langkah Pengendalian 

- Kontributor

Senin, 9 Maret 2026 - 02:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menggelar pertemuan bersama perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) untuk membahas kondisi inflasi daerah yang tergolong tinggi secara nasional. 

Pertemuan tersebut guna menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dengan membahas langkah pengendalian inflasi, di Banjarmasin, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan data BPS, inflasi Kalsel pada Februari 2026 tercatat 0,86 persen secara bulanan (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada diangka 0,68 persen. Sementara secara tahunan (yoy), inflasi Kalsel mencapai 5,97 persen, juga lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 4,76 persen. 

Gubernur H Muhidin menyebut, tingginya inflasi di Kalsel dipengaruhi oleh komponen listrik dan emas.

“Penyumbang inflasi paling tinggi pertama listrik, kedua emas, dan selebihnya komoditas lain. Untuk listrik secara nasional sebenarnya hampir sama karena tahun lalu ada program diskon listrik 50 persen, sehingga dalam perbandingan tahunan terlihat meningkat,” ujar H Muhidin.

Ia menambahkan, komoditas emas juga menjadi perhatian karena tingginya minat masyarakat Kalsel terhadap emas perhiasan.

“Di Kalsel ini daya beli masyarakat terhadap emas perhiasan cukup tinggi, bahkan inflasinya lebih tinggi dibandingkan nasional,” katanya.

Untuk itu, H Muhidin mengimbau masyarakat agar lebih mempertimbangkan jenis investasi emas yang dipilih.

H Muhidin juga menjelaskan, angka yoy, seandainya tidak ada diskon listrik pada Februari 2025 dan tanpa perubahan harga emas, inflasi di Kalsel diperkirakan hanya sebesar 1,87 persen. 

Di sisi lain, kontribusi inflasi dari sektor pangan dinilai relatif kecil. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri dalam kondisi cukup.

“Untuk pangan relatif rendah. Stok bahan pokok di Kalsel juga cukup menjelang lebaran sehingga diharapkan harga tetap stabil,” kata Muhidin.

Ia juga menilai tingginya minat masyarakat membeli emas berkaitan dengan kondisi ekonomi daerah yang cukup baik.

“Perekonomian Kalsel cukup bagus dan berada di atas nasional, sehingga daya beli masyarakat meningkat, termasuk dalam membeli emas,” ujarnya.

Sejalan, Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif menyebutkan, komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi di Kalsel selain listrik dan emas antara lain beras, daging ayam ras, serta sigaret kretek mesin. 

BPS juga mencatat bahwa harga emas perhiasan dalam setahun terakhir mengalami kenaikan hingga 78,99 persen, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap inflasi di Kalsel. 

Pemprov Kalsel bersama lembaga terkait akan terus berkoordinasi guna menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kalsel. (TAM Kalsel)

Berita Terkait

Turnamen Gateball Meriahkan HUT ke-81 RI, 10 UPT Kementerian PU Ikut Bertanding
Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WITA

Turnamen Gateball Meriahkan HUT ke-81 RI, 10 UPT Kementerian PU Ikut Bertanding

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru