Panti Fajar Harapan Tetap Optimal Layani Klien di Tengah Transformasi Budaya Kerja ASN

- Kontributor

Rabu, 22 April 2026 - 12:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan kebijakan transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dicanangkan pemerintah pusat mulai diimplementasikan di daerah, termasuk di lingkungan Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan

Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Andrie Iswandy, menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Daerah yang kemudian diturunkan ke seluruh SKPD hingga unit pelaksana teknis.

“Dengan adanya SK dari Sekretaris Daerah, implementasi langsung kami jalankan di lapangan. Salah satunya melalui penerapan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat,” ujarnya, Banjar, Rabu (22/4/2026).

Meski demikian, Andrie menegaskan bahwa pelayanan kepada para klien tetap menjadi prioritas utama. Pegawai yang berhubungan langsung dengan klien tetap bekerja di lokasi untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal.

“Untuk tenaga yang berhubungan langsung dengan klien, tetap bekerja seperti biasa. Jadi pelayanan tidak terganggu,” katanya.

Ia menjelaskan, penerapan sistem kerja fleksibel tersebut tidak diberlakukan secara kaku. Secara persentase, sekitar 60 hingga 70 persen pegawai tetap bekerja di kantor, sementara sisanya menjalankan tugas secara fleksibel.

“Kurang lebih 30 persen yang menjalankan sistem kerja fleksibel, sedangkan mayoritas tetap bertugas di panti,” jelasnya.

Terkait penerapan sistem lima hari kerja, Andrie memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap layanan maupun kegiatan pembinaan di panti.

“Untuk pelayanan tidak ada perubahan. Baik lima hari maupun enam hari kerja, seluruh kegiatan pembinaan, bimbingan, dan keterampilan bagi klien tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Ia bahkan menilai kebijakan lima hari kerja memberikan dampak positif terhadap efektivitas kerja pegawai tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

“Dengan diberlakukannya lima hari kerja, justru lebih baik dari sisi pengelolaan kerja, tanpa mengurangi pelayanan kepada klien,” pungkasnya. MC Kalsel/Rns

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien

Berita Terbaru