TPAS Regional Banjarbakula Diperkirakan Berumur Hingga 2028, DLH Prov Kalsel Dorong Pemilahan Sampah dari Sumber

- Kontributor

Rabu, 22 April 2026 - 15:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Regional Banjarbakula diperkirakan hanya mampu bertahan hingga tahun 2028 apabila pola pengelolaan sampah saat ini tidak segera diubah. Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya beban sampah dari Kota Banjarmasin.

Kepala UPTD TPAS Banjarbakula, Agung Sriyono, mengungkapkan bahwa saat ini volume sampah dari Banjarmasin yang masuk ke TPA mencapai sekitar 225 hingga 240 ton per hari.

“Ini sudah melebihi kesepakatan awal, namun mereka (DLH Banjarmasin) minta kebijakan karena masih dalam proses pembenahan dan akan melakukan perbaikan ke depan,” ujar Agung, Banjarbaru, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah penutupan TPA Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga seluruh sampah dari Banjarmasin dialihkan ke TPA Regional Banjarbakula. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan terhadap kapasitas landfill.

Menurut hasil kajian teknis, umur operasional TPAS Banjarbakula diperkirakan hanya sampai 2028 jika tidak ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan sampah.

“Ini waktunya cukup pendek, sehingga kita harus melakukan langkah cepat dan revolusioner untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” jelasnya.

Agung menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber, terutama di tingkat rumah tangga dan kota penghasil sampah. Berdasarkan sampel yang dilakukan, dari satu truk sampah sekitar 2,8 ton, separuhnya sebenarnya masih bisa dipilah dan tidak perlu dibuang ke TPA.

“Artinya bisa dihemat, dan umur landfill juga bisa lebih panjang,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ke depan tidak lagi berfokus pada perluasan TPAS atau pembangunan landfill baru, melainkan pada penerapan teknologi dan inovasi pengelolaan sampah.

“Menambah landfill baru bukan solusi jangka panjang. Itu hanya menunda masalah. Kita perlu teknologi pengolahan sampah, termasuk pemanfaatan plastik menjadi barang bernilai atau bahan bakar alternatif,” ujarnya.

Agung berharap seluruh pemerintah daerah, khususnya Kota Banjarmasin, dapat memperkuat sistem pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber agar beban TPAS Regional Banjarbakula tidak semakin berat.

“Jangan semua sampah langsung diangkut ke TPAS. Harus ada pemilahan dulu, agar yang masuk hanya residu,” pungkasnya. MC Kalsel/Rns

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru