Pelayanan PRSPD Iskaya Banaran Tetap Optimal Meski Terapkan WFH dan Pola Kerja Baru

- Kontributor

Sabtu, 25 April 2026 - 14:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran, Gusti Muhammad Reza Pahlevi, memastikan bahwa pelaksanaan pola kerja Work From Home (WFH) maupun penyesuaian sistem kerja lima hari tidak mengganggu pelayanan kepada klien di panti.

Ia menyampaikan, setelah berjalan selama satu minggu terakhir, pelaksanaan WFH di lingkungan panti tidak menemui kendala berarti. Seluruh layanan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Pada intinya tidak ada kendala maupun permasalahan. Semua sudah kami susun sedemikian rupa agar pelayanan kepada klien tetap berjalan optimal,” ujar Pahlevi, Banjarbaru, Sabtu (25/4/2026).

Pahlevi menjelaskan, berbagai layanan utama seperti pembinaan keterampilan, pengasuhan, hingga pelayanan kesehatan tetap berjalan normal. Petugas seperti pengasuh, perawat, hingga pekerja sosial tetap disiagakan sesuai kebutuhan pelayanan di dalam panti.

“Pelayanan seperti keterampilan, kesehatan, pengasuhan, semuanya tetap berjalan seperti biasa. Kami sudah mengantisipasi agar tidak ada gangguan pelayanan,” tambahnya.

Dalam penerapan WFH, pihaknya juga tetap mengatur kehadiran pegawai dengan komposisi sekitar 70 persen bekerja di kantor (WFO) dan 30 persen bekerja secara fleksibel. Kebijakan ini diterapkan merata di seluruh elemen, baik sekretariat, pelayanan, pembinaan, hingga pekerja sosial.

Meski jumlah pegawai yang hadir secara fisik mengalami pengurangan sesuai kebijakan pemerintah, Pahlevi menegaskan bahwa kualitas layanan tidak mengalami penurunan.

“Kita memang mengurangi jumlah orang yang hadir, tetapi tidak mengurangi kualitas pelayanan. Tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah WFA,” tegasnya.

Sementara itu, dengan diterapkannya sistem kerja lima hari, terdapat penyesuaian pada hari Sabtu yang kini menjadi hari libur. Namun demikian, pihak panti tetap memberlakukan sistem piket, khususnya pada bagian pelayanan dan pembinaan, guna memastikan kebutuhan klien tetap terpenuhi.

“Kalau Sabtu memang libur, tetapi tetap ada petugas yang piket, terutama di pelayanan dan pembinaan. Jadi pelayanan kepada klien tetap berjalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara administrasi tidak ada kendala berarti dalam penerapan sistem kerja baru tersebut.

Dengan berbagai penyesuaian yang telah dilakukan, PRSPD Iskaya Banaran memastikan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para penyandang disabilitas yang menjadi klien di panti tersebut. Mc Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Diskop UKM Kalsel Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih hingga Penguatan Infrastruktur
Bappeda Kalsel Dorong TJSLP Jadi “Mesin Kedua” Pembangunan Daerah
Matangkan Revisi Perda TJSLP, Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha
Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Dislautkan Kalsel Perkuat Kapasitas dan Ketahanan Ekonomi
Disdik Kalsel Tegaskan Acara Perpisahan Sekolah Digelar Sederhana dan Tanpa Pungutan
Sinergi Lintas Daerah Diperkuat, PSU Permukiman Kalsel Ditarget Capai 38,30 Persen
Atlet Taekwondo SPOBDA Kalsel Sumbang Medali di Kejurnas 2026 Samarinda
Investasi Kalsel Melejit, Tembus Rp32 Triliun dan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:18 WITA

Diskop UKM Kalsel Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih hingga Penguatan Infrastruktur

Senin, 27 April 2026 - 13:15 WITA

Bappeda Kalsel Dorong TJSLP Jadi “Mesin Kedua” Pembangunan Daerah

Senin, 27 April 2026 - 13:11 WITA

Matangkan Revisi Perda TJSLP, Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Senin, 27 April 2026 - 11:50 WITA

Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Dislautkan Kalsel Perkuat Kapasitas dan Ketahanan Ekonomi

Senin, 27 April 2026 - 10:19 WITA

Sinergi Lintas Daerah Diperkuat, PSU Permukiman Kalsel Ditarget Capai 38,30 Persen

Berita Terbaru