Investasi Kalsel Melejit, Tembus Rp32 Triliun dan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

- Kontributor

Minggu, 26 April 2026 - 21:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, dengan realisasi investasi yang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan, Endri mengatakan peningkatan investasi menjadi bagian penting dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang diproyeksikan mencapai sekitar 8 persen pada 2029. Target tersebut sejalan dengan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata, dan berbasis nilai.

“Peningkatan investasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ini juga sejalan dengan program nasional dalam memperkuat ekonomi daerah,” ujar Endri saat kegiatan Promosi Investasi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Dermaga Pasar Terapung TMII Jakarta, Minggu (26/4/2026). 

Ia menjelaskan, Kalimantan Selatan memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik investor, mulai dari posisi strategis sebagai jalur perdagangan nasional dan internasional, infrastruktur yang terus berkembang, hingga ketersediaan sumber daya alam dan tenaga kerja produktif.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat komitmen melalui penyederhanaan layanan perizinan. Hal ini diwujudkan melalui regulasi yang memberikan kepastian hukum serta pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel bagi para investor.

“Komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif,” katanya.

Data DPMPTSP menunjukkan realisasi investasi di Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan. Pada 2022 tercatat sebesar Rp15 triliun, meningkat menjadi Rp19 triliun pada 2023, kemudian Rp24 triliun pada 2024, hingga mencapai lebih dari Rp32 triliun pada 2025.

Kontribusi investasi terbesar berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, dan Kota Banjarmasin. Sementara dari sisi sektor, investasi masih didominasi oleh pertambangan, disusul sektor jasa, perdagangan, dan reparasi.

Meski demikian, pemerintah mulai mengarahkan transformasi ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif. Fokus ke depan diarahkan pada pengembangan sektor potensial seperti pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, pariwisata, hingga ekonomi berbasis jasa.

Langkah ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi industri yang diyakini mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Sejumlah proyek prioritas investasi juga telah disiapkan, di antaranya pengembangan sektor pariwisata dan hospitality, pengelolaan limbah, pembangunan pusat distribusi, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal,” imbuhnya.

Dalam memperluas jangkauan promosi, Pemprov Kalsel juga memanfaatkan platform digital melalui aplikasi “Bekantan” yang memuat berbagai informasi peluang investasi. Aplikasi ini diharapkan memudahkan calon investor dalam mengakses data dan potensi daerah tanpa harus datang langsung.

“Melalui berbagai strategi promosi dan kemudahan yang diberikan, kami optimistis investasi di Kalimantan Selatan akan terus tumbuh dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Endri.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengajak para investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan daerah, seiring upaya mewujudkan Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik di Pulau Kalimantan menuju visi Indonesia Emas 2045. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru