Museum Lambung Mangkurat Perkuat Inklusivitas Melalui Program Belajar Bersama Bahasa Isyarat

- Kontributor

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UPTD Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Belajar Bersama 1 Tahun 2026 dengan tema “Bahasa Isyarat sebagai Jembatan Mengenal Koleksi Museum Lambung Mangkurat”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh peran museum sebagai institusi yang bertugas memelihara, merawat, dan mempublikasikan koleksi sejarah, seni, serta budaya kepada masyarakat luas. Selain itu, museum juga memiliki fungsi edukatif dalam memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan daerah kepada generasi muda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Edy Suwarto, menegaskan bahwa museum saat ini harus bertransformasi menjadi ruang yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga harus mampu menjadi pusat edukasi, kolaborasi, dan penguatan karakter generasi muda agar lebih mencintai budaya dan memiliki jiwa nasionalisme.

Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan “Belajar Bersama 1” karena dinilai menjadi langkah nyata dalam mendukung pemajuan kebudayaan di Kalimantan Selatan.

“Berdasarkan data Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK), Kalimantan Selatan mengalami penurunan pada unsur ekspresi budaya dan pendidikan. Karena itu, kegiatan edukatif dan inklusif seperti ini sangat strategis untuk meningkatkan capaian pembangunan kebudayaan daerah,” ujar Edy, Rabu (13/5/2026).

Edy mendorong Museum Lambung Mangkurat untuk terus berinovasi dan meninggalkan pola kerja business as usual. Menurutnya, museum harus mampu menghadirkan program-program kreatif, kolaboratif, dan berpihak kepada masyarakat agar dapat berkembang lebih maju.

“Kita harus menciptakan sesuatu yang baru, lebih inovatif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan museum sebagai ruang inklusif yang terbuka bagi seluruh masyarakat dan komunitas kebudayaan.

Menurutnya, konsep kegiatan inklusif sangat sejalan dengan arah pengembangan museum ke depan. Museum Lambung Mangkurat diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi para pegiat budaya, khususnya di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas kebudayaan,” ujarnya.

Ady juga mengungkapkan bahwa Museum Lambung Mangkurat masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, khususnya pamong budaya yang menjadi ujung tombak pelayanan dan edukasi museum. Ia berharap ke depan ada penambahan tenaga pamong budaya guna mendukung peningkatan layanan museum. MC Kalsel/Jml

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru