





Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan resmi membuka Workshop Banua Creativepreneur 2026 bertema “Kurasi Ekonomi Kreatif Unggulan Kalsel” di Banjarmasin, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan nasional di era digital.
Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan kurator, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Iwan Fitriady, Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI Neli Yana, Head of Program Fashion Binus University Ratma Dewi Paramita, Chef sekaligus entrepreneur Agus Gazali Rahman atau Agus Sasirangan, serta Owner D2tya Handmade, Nurhamdhani.
Sebanyak 60 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor mengikuti kegiatan tersebut setelah melalui proses kurasi awal oleh Dinas Pariwisata Kalsel.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady mengatakan program Banua Creativepreneur merupakan upaya pemerintah untuk membekali pelaku ekonomi kreatif agar mampu bersaing dan berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, kriya lokal, hingga fashion yang memadukan unsur budaya dan modernitas.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang pameran, melainkan sebuah sistem pembinaan berkelanjutan. Para pelaku ekraf yang terpilih melalui proses kurasi ketat akan mendapatkan pendampingan, penguatan kapasitas, hingga perluasan akses pasar,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, proses kurasi dilakukan untuk menyaring pelaku kreatif yang tidak hanya memiliki produk berkualitas, tetapi juga memiliki mentalitas wirausaha yang siap berkembang dan naik kelas.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pariwisata Kalsel bersama para kurator kembali melakukan proses kurasi terhadap 60 peserta untuk menentukan peserta terbaik yang akan dibina secara intensif.
Pada tahun 2026, Dinas Pariwisata Kalsel juga menambah kuota peserta program ekraf binaan. Jika sebelumnya hanya 15 peserta, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 20 peserta, termasuk lima pelaku ekonomi kreatif dari subsektor di luar kuliner, kriya, dan fashion.
“Pada 2026 ini ada penambahan kuota dari sebelumnya 15 orang menjadi 20 orang. Selama satu tahun ke depan mereka akan dibina agar memiliki mentalitas yang kuat dan kreativitas tanpa batas, sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas yang dapat menembus pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Neli Yana menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program Banua Creativepreneur karena dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program tersebut telah menunjukkan kontribusi nyata dalam memajukan pelaku ekonomi kreatif daerah dan sejalan dengan program prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif RI.
“Program ini merupakan salah satu keunggulan pemerintah daerah yang sejalan dengan program-program prioritas di kementerian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif RI untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam pengembangan Banua Creativepreneur pada tahun-tahun mendatang.
“Setelah terlibat aktif dalam proses kurasi peserta pada 2025 dan 2026, kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut pada 2027 demi memperbesar skala dan dampak Banua Creativepreneur,” pungkasnya. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












