Ekonomi Kalsel Tumbuh Solid, DJPb Sebut Kinerja Fiskal dan Perdagangan Tetap Terjaga

- Kontributor

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kanwil DJPb Provi Kalsel) mencatat perekonomian Kalimantan Selatan tetap menunjukkan performa positif hingga April 2026. Pertumbuhan ekonomi yang solid, kinerja fiskal yang sehat, serta stabilitas inflasi menjadi indikator kuat terjaganya momentum pembangunan daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, mengatakan capaian ekonomi regional sepanjang Triwulan I 2026 berhasil dipertahankan hingga memasuki awal kuartal II tahun ini.

“Perekonomian Kalimantan Selatan masih menunjukkan resiliensi yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, penyaluran belanja negara berjalan optimal, dan ruang fiskal daerah juga berada dalam kondisi sehat untuk mendukung pembangunan,” ujar Catur, Banjarmasin, Jumat (29/5/2026).

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,67 persen secara year on year (yoy). Dari sisi pengelolaan fiskal, realisasi Belanja Negara telah mencapai Rp9,50 triliun atau sebesar 31,75 persen dari total pagu anggaran. Penyaluran terbesar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp6,68 triliun.

Catur menjelaskan, kinerja APBD di Kalimantan Selatan juga mencatatkan surplus sebesar Rp993,29 miliar. Menurut Catur, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembangunan daerah serta penguatan pelayanan publik.

Di sektor perdagangan luar negeri, Neraca Perdagangan Kalimantan Selatan pada April 2026 kembali mencatat surplus signifikan sebesar US$805,95 juta. Nilai ekspor mencapai US$1.059,10 juta atau tumbuh 15,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekspor masih didorong oleh komoditas unggulan, terutama batubara yang memberikan kontribusi dominan terhadap total ekspor daerah,” katanya.

Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar US$253,15 juta atau naik 46,06 persen secara tahunan, dipengaruhi meningkatnya impor minyak petroleum dan kenaikan harga transaksi BBM diesel.

Dari sisi harga, tekanan inflasi di Kalimantan Selatan mulai menunjukkan tren melandai. Pada April 2026, inflasi tahunan tercatat sebesar 3,67 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,75. Secara bulanan, Kalimantan Selatan bahkan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Kabupaten Tanah Laut menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan sebesar 3,96 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kotabaru sebesar 2,90 persen.

Catur memaparkan, tekanan inflasi tahunan masih dipengaruhi oleh komoditas emas perhiasan, beras, dan ikan nila. Namun secara bulanan, penurunan harga daging ayam ras, emas perhiasan, dan terong berhasil menahan laju inflasi.

Menurutnya, berbagai langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Hingga akhir April 2026, pelaksanaan Operasi Pasar dan Gerakan Pasar Murah telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 3,69 ribu ton. Selain itu, pemerintah daerah bersama stakeholder terkait juga terus melakukan penguatan pasokan dan distribusi pangan untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.

Upaya strategis lainnya juga dilakukan melalui Gerakan Tanam Padi Serempak dan Optimasi Lahan di Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan, bantuan distribusi bahan pokok penting di kawasan Basirih, hingga penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan diversifikasi konsumsi pangan.

Dengan berbagai capaian tersebut, Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan optimistis stabilitas ekonomi regional dapat terus terjaga dan menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan sepanjang tahun 2026. MC Kalsel/Rns

Berita Terkait

Lintasan Atletik Stadion 17 Mei Ditarget Selesai Akhir Juni, Kursi Stadion Diganti Total
Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen
Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp6,68 Triliun, DJPb Sebut Dukungan Fiskal Daerah Terus Terjaga
Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima
Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan
Turnamen Biliar Antar Wartawan Kalimantan 2026 Kembali Digelar di Banjarmasin
Disbunnak Kalsel Pastikan Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban
Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Kemasyarakatan Presiden RI Berupa Satu Ekor Sapi ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:23 WITA

Lintasan Atletik Stadion 17 Mei Ditarget Selesai Akhir Juni, Kursi Stadion Diganti Total

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WITA

Ekonomi Kalsel Tumbuh Solid, DJPb Sebut Kinerja Fiskal dan Perdagangan Tetap Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:58 WITA

Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:52 WITA

Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp6,68 Triliun, DJPb Sebut Dukungan Fiskal Daerah Terus Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:48 WITA

Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima

Berita Terbaru