

Kejuaraan Tenis Lapangan Wali Kota Cup Banjarmasin 2026 menjadi magnet bagi pecinta tenis di Kalimantan Selatan. Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, 29–31 Mei 2026, di Lapangan Tenis Dharma Praja dan Lapangan Tenis Kayuh Baimbai ini diikuti sebanyak 175 peserta dari berbagai kelompok usia.
Tingginya minat masyarakat terlihat sejak masa pendaftaran dibuka. Kuota peserta terisi dalam waktu singkat, menandakan besarnya antusiasme terhadap kompetisi yang digelar sebagai wadah pembinaan sekaligus ajang silaturahmi insan tenis di Banua.
Ketua Harian PELTI Kota Banjarmasin, Hardian Oetama, mengatakan peserta yang ambil bagian terdiri dari kategori junior dan senior dengan sistem pertandingan yang berbeda.
“Jumlah peserta mencapai 175 orang. Untuk kategori dewasa terdapat 38 pasangan putra dan 22 pasangan putri, sementara sisanya merupakan peserta kategori junior,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Pada kelompok junior, pertandingan mempertandingkan nomor tunggal yang dibagi ke dalam beberapa kelompok umur, yakni KU 8, KU 10, serta KU 12–14 putra dan putri. Sementara itu, seluruh pertandingan kategori senior dimainkan dalam nomor ganda.
Menurut Hardian, kategori senior sengaja diperuntukkan bagi pemain non-atlet. PELTI Banjarmasin menetapkan kelas upper beginner dengan batas usia maksimal 45 tahun guna memberikan ruang kompetisi bagi masyarakat umum yang aktif bermain tenis.
“Ini memang kami siapkan untuk non-atlet agar lebih banyak masyarakat yang bisa berpartisipasi dan merasakan atmosfer pertandingan,” jelasnya.
Kejuaraan ini juga menarik perhatian petenis dari sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Selain peserta dari Banjarmasin, sejumlah pemain dari Kabupaten Banjar, Banjarbaru hingga wilayah Hulu Sungai turut ambil bagian meramaikan persaingan.
Meski demikian, kategori junior dikhususkan bagi anak-anak yang berdomisili di Kota Banjarmasin. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet usia dini dan pencarian talenta potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk mewakili daerah di berbagai ajang.
“Kami ingin memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak Banjarmasin untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman bertanding,” kata Hardian.
Daya tarik lain dari kejuaraan ini adalah tersedianya total uang pembinaan sebesar Rp20 juta bagi para juara kategori junior. Hadiah tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan bagi para petenis muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka.
Pembina tenis Banjarmasin, Syafruddin atau yang akrab disapa Guru Udin, menilai Wali Kota Cup memiliki peran strategis dalam mendorong perkembangan tenis lapangan di Kota Seribu Sungai.
Menurutnya, kehadiran turnamen yang rutin digelar dan didukung penghargaan yang layak akan menjadi pemicu semangat generasi muda untuk menekuni olahraga tenis secara lebih serius.
“Kejuaraan seperti ini sangat penting untuk menjaga regenerasi atlet. Anak-anak memiliki target untuk dicapai dan termotivasi untuk terus berlatih. Harapannya, dari sini akan lahir petenis-petenis Banjarmasin yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Melalui Wali Kota Cup 2026, Banjarmasin tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem pembinaan tenis yang berkelanjutan, mulai dari usia dini hingga masyarakat umum. MC Kalsel/tgh












