


Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan, bantuan hibah sarana budidaya ikan gabus (haruan) diserahkan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mandiri Bersama di Desa Sungai Lirik, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan melalui pengembangan kawasan Haruan Estate, yang diharapkan menjadi sentra produksi ikan haruan unggulan di Kalimantan Selatan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, dan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala, kepala desa setempat, penyuluh perikanan, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Rusdi Hartono menegaskan bahwa ikan haruan merupakan salah satu komoditas perikanan khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat.
“Pengembangan budidaya haruan menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan karena memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui bantuan sarana budidaya ini, kami ingin memperkuat kapasitas kelompok pembudidaya agar mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan dan berdaya saing,” ujar Rusdi, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa program Haruan Estate tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem usaha budidaya yang terintegrasi mulai dari pembenihan, pembesaran, hingga pemasaran hasil produksi.
“Arahan Bapak Gubernur sangat jelas, yaitu menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. Karena itu, pengembangan Haruan Estate harus mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan,” katanya.
Menurut Rusdi, keberhasilan pengembangan budidaya ikan haruan memerlukan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, penyuluh perikanan, kelompok pembudidaya, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pokdakan Mandiri Bersama untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya. Dengan kerja sama yang kuat, kami optimistis kawasan Haruan Estate dapat berkembang menjadi sentra budidaya unggulan yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap budidaya ikan haruan semakin berkembang, memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah penghasil ikan haruan unggulan di Indonesia. MC Kalsel/scw












