Cegah Stunting, Pemprov Kalsel Inginkan Pernikahan Dini Dapat Dicegah Dengan Peran Penyuluh Agama

- Kontributor

Senin, 15 Juni 2026 - 09:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Keagamaan dengan tema “Peran Penyuluh Agama dalam Menurunkan Angka Perkawinan Usia Anak dan Cegah Stunting” tahun 2026. Acara tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Dinansyah.

Gubernur Muhidin menegaskan bahwa perkawinan usia anak masih menjadi tantangan serius yang perlu diatasi bersama. Menurutnya, pernikahan dini berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk meningkatkan risiko terjadinya stunting.

“Saat ini perkawinan usia anak masih menjadi tantangan yang perlu kita atasi bersama. Selain berdampak pada terbatasnya akses pendidikan dan pengembangan diri anak, perkawinan dini juga berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting,” ujar Gubernur Muhidin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa upaya penanganan isu ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama para penyuluh agama yang memiliki posisi strategis di tengah masyarakat.

Para penyuluh agama diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi, pemahaman, dan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang siap secara fisik, mental, maupun ekonomi.

Melalui Rakor ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat menghasilkan rekomendasi serta langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan secara terpadu oleh seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dalam menjawab tantangan sosial tersebut.

“Mari bersatu para penyuluh agama, wujudkan generasi emas di banua tercinta,” pungkas Gubernur. 

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalsel, Fahrurazi mengatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk menyosialisasikan bahaya pernikahan dini yang dapat memicu masalah kesehatan reproduksi dan stunting. 

“Selain itu, rapat ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai gizi dan pengasuhan anak berdasarkan nilai-nilai agama dalam upaya pencegahan stunting,” tuturnya. MC Kalsel/ARH

Berita Terkait

Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Kesehatan Regional Kalimantan Ke-6 Resmi Digelar
RSGM Gusti Hasan Aman Ukir Prestasi Nasional, Sabet Juara 3 Lomba Poster Inovasi Rumah Sakit
Pesoda Kalsel 2026 Resmi Dibuka, 150 Atlet SOIna Berebut Tiket PeSONas Kupang
Bang Dhin Pimpin Perbasi Kalsel 2026-2030,  Prioritaskan Pembinaan Atlet Muda dan Database Basket
PT Kodeco Agrojaya Mandiri Teken MoU, Siswa SMK Magang Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
PAUD Citra Indonesia Lepas 60 Siswa TK B Angkatan XII, Siap Melangkah ke Jenjang Pendidikan Berikutnya
Pemprov Kalsel Serahkan Bantuan Hibah Sarana Budidaya Ikan Gabus ke Pokdakan Mandiri Bersama
Tindak Lanjuti Arahan Gubernur, Dislautkan Kalsel Hadirkan Gerai Perizinan Kapal Perikanan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:42 WITA

Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Kesehatan Regional Kalimantan Ke-6 Resmi Digelar

Senin, 15 Juni 2026 - 10:35 WITA

RSGM Gusti Hasan Aman Ukir Prestasi Nasional, Sabet Juara 3 Lomba Poster Inovasi Rumah Sakit

Senin, 15 Juni 2026 - 09:50 WITA

Cegah Stunting, Pemprov Kalsel Inginkan Pernikahan Dini Dapat Dicegah Dengan Peran Penyuluh Agama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:58 WITA

Pesoda Kalsel 2026 Resmi Dibuka, 150 Atlet SOIna Berebut Tiket PeSONas Kupang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:28 WITA

Bang Dhin Pimpin Perbasi Kalsel 2026-2030,  Prioritaskan Pembinaan Atlet Muda dan Database Basket

Berita Terbaru