


Program Pelatihan Keterampilan Praktis (Tramtis) yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan terbukti memberikan dampak nyata dalam menciptakan Aparatur Sipil Negara (ASN) purnatugas yang tetap produktif dan mandiri secara ekonomi.
Sejak dilaksanakan pada 2007, program tersebut telah meluluskan 2.004 peserta, dengan sejumlah alumni berhasil mengembangkan usaha di berbagai bidang, mulai dari pertanian, peternakan hingga agribisnis. Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa masa pensiun tidak lagi identik dengan berhentinya aktivitas produktif.
Kepala BKD Kalimantan Selatan, Noryadi melalui Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Indera Malik mengatakan, Tramtis dirancang untuk membekali ASN yang akan memasuki masa pensiun dengan keterampilan praktis sekaligus membangun kepercayaan diri agar mampu menjalani kehidupan pascapensiun secara mandiri.
“Tujuan Tramtis adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bersifat praktis agar dapat memotivasi dan meningkatkan rasa percaya diri PNS yang akan memasuki usia pensiun. Harapannya, mereka dapat menjalani masa pensiun secara produktif dan sejahtera,” ujar Indera, Banjarbaru, Senin (15/6/2026).
Selain meningkatkan kesiapan mental, pelatihan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta melalui pengembangan potensi usaha di sektor pertanian, agribisnis, perikanan, dan peternakan.
“Peserta diharapkan mampu menggali potensi kewirausahaan dan menciptakan usaha sendiri pada bidang pertanian, agribisnis, perikanan, maupun peternakan,” jelasnya.
Indera membeberkan, bahwa program ini telah memberikan dampak positif yang dirasakan oleh banyak alumni. BKD mencatat beberapa peserta yang kini sukses menjadi pelaku usaha di daerahnya masing-masing, seperti pengusaha jahe di Kabupaten Banjar dan peternak telur yang mampu mengembangkan usahanya setelah memasuki masa purnatugas.
“Alhamdulillah, dampaknya sangat baik. Bahkan ada alumni yang kini menjadi pengusaha jahe dan ada juga yang sukses sebagai peternak telur. Program ini benar-benar memberikan manfaat bagi peserta,” katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan program tersebut, pada Tahun Anggaran 2026 BKD Kalimantan Selatan kembali menggelar Tramtis sebanyak tiga angkatan, dengan masing-masing angkatan diikuti oleh 40 ASN yang akan memasuki masa pensiun. Peserta diprioritaskan dari kalangan staf dan guru berdasarkan usulan perangkat daerah sesuai Terhitung Mulai Tanggal (TMT) pensiun.
Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dengan pendekatan yang menggabungkan teori, kunjungan lapangan, dan praktik langsung di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, Malang. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai akses permodalan usaha melalui kerja sama dengan Bank Kalsel.
Melalui keberhasilan yang telah dicapai para alumninya, Tramtis diharapkan terus menjadi program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menciptakan ASN purnatugas yang tidak hanya siap menghadapi masa pensiun, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. MC Kalsel/Jml












