Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar

- Kontributor

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar Lokakarya Tari Garapan Baru Topeng Srikandi sebagai upaya melestarikan seni budaya Topeng Banjar yang mulai jarang ditampilkan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari berbagai kabupaten/kota, masyarakat umum, serta para seniman se-Kalimantan Selatan.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, melalui Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta yang mengikuti lokakarya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi akan dikembangkan menjadi program berkelanjutan di Taman Budaya Kalsel.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota, baik dari kalangan masyarakat umum maupun para seniman. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sebagai program yang difasilitasi oleh Taman Budaya,” ujar Rizal di Banjarmasin, Jumat (19/6/2026).

Rizal menjelaskan, lokakarya tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali eksistensi Topeng Banjar yang kini mulai langka dan terancam punah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal keberagaman budaya daerah, khususnya seni pertunjukan Topeng Banjar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa Kalimantan Selatan memiliki warisan budaya berupa Topeng Banjar yang saat ini sudah semakin jarang ditampilkan dan perlu terus dilestarikan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya berkomitmen menghadirkan program pelestarian budaya secara berkesinambungan agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Upaya tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan tradisi daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya bertopeng semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama,” tambah Rizal.

Sementara itu, penggagas Tari Topeng Srikandi, Lupi Anderiani, mengapresiasi penyelenggaraan lokakarya tersebut. Ia menjelaskan bahwa Tari Topeng Srikandi lahir dari kegelisahannya melihat semakin berkurangnya eksistensi tari topeng klasik Banjar di masyarakat.

Menurut Lupi, Tari Topeng Srikandi merupakan karya garapan baru yang tetap berlandaskan semangat tradisi klasik, namun dikemas lebih fleksibel sehingga dapat dipentaskan di berbagai kesempatan tanpa terikat aturan ritual adat.

“Selama ini tari topeng klasik di Kalimantan Selatan memiliki keterbatasan ruang dan waktu karena bersifat sakral dan terikat aturan adat. Karena itu saya berinisiatif menciptakan topeng garapan baru yang dapat dipentaskan di mana saja sebagai media hiburan sekaligus pelestarian budaya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penciptaan Tari Topeng Srikandi tidak bertujuan mengubah atau mengurangi nilai sakral dari topeng klasik yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Topeng yang sakral tetap dipertahankan nilai dan fungsinya. Pengembangan dilakukan melalui karya baru tanpa mengubah pakem yang sudah ada,” tuturnya.

Lupi berharap Tari Topeng Srikandi dapat menjadi inspirasi bagi para seniman di Kalimantan Selatan untuk terus melahirkan karya-karya baru yang berakar pada budaya lokal. Dengan demikian, inovasi seni dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian tradisi.

“Topeng Srikandi merupakan garapan baru dengan semangat klasik. Mudah-mudahan karya ini menjadi awal dan memotivasi para seniman lainnya untuk terus menciptakan karya topeng baru sebagai bagian dari pelestarian budaya Kalimantan Selatan,” pungkasnya. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru