SMK Kalsel Didorong Siapkan SDM Adaptif di Tengah Pesatnya AI

- Kontributor

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan vokasi di Kalimantan Selatan dituntut semakin adaptif menghadapi perkembangan industri, digitalisasi, dan Artificial Intelligence (AI) yang bergerak cepat. SMK tidak lagi cukup hanya membekali siswa dengan kemampuan teknis, tetapi juga harus membangun soft skill, budaya kerja, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi.

Hal tersebut disampaikan praktisi industri jasa konsultansi dan konstruksi, Ir. Nanang Elva Julianoor Putra, saat menjadi narasumber kegiatan Teaching Factory (TEFA) di SMKN 2 Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang diikuti unsur Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Pengawas Sekolah Tingkat SMK, Kepala SMKN 2 Kandangan, dan para guru lintas jurusan ini menjadi forum untuk memperkuat implementasi Teaching Factory agar pembelajaran semakin selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Nanang mengatakan, terdapat tiga fondasi yang harus dibangun secara berimbang dalam pendidikan vokasi, yakni hard skill, soft skill, dan budaya kerja.

“Hard skill membuat seseorang mampu mengerjakan pekerjaan. Soft skill membuatnya mampu bekerja dan berkembang bersama orang lain. Budaya kerja menentukan bagaimana pekerjaan itu diselesaikan secara disiplin, profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, ketiga kompetensi tersebut harus dipraktikkan secara nyata melalui Teaching Factory. Siswa perlu dibiasakan menghadapi target, deadline, standar mutu, kerja tim, komunikasi, revisi, hingga bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.

Dengan pola tersebut, pembelajaran di SMK diharapkan tidak lagi sebatas belajar agar siap bekerja, tetapi mulai diarahkan menjadi belajar sebagaimana dunia bekerja.

Nanang juga mengingatkan perubahan karakter peserta didik yang kini tumbuh bersama internet, smartphone, media sosial, dan AI.

Kondisi tersebut membuat peran guru ikut berubah. Guru tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi harus mampu membentuk pola pikir, karakter, kreativitas, kemampuan memvalidasi informasi, dan keterampilan memecahkan persoalan nyata.

Ia menilai AI tidak seharusnya hanya dipandang sebagai ancaman bagi dunia pendidikan.

“Kita harus mulai meninggalkan kecemasan terhadap AI. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan digunakan, tetapi apakah SDM kita mampu menguasai dan memanfaatkannya secara benar dan bertanggung jawab,” katanya.

Karena itu, siswa harus dibekali kemampuan menggunakan teknologi sekaligus pemahaman dasar yang kuat agar mampu memahami, mengendalikan, dan memvalidasi hasil teknologi.

Oleh sebab itu, Percepatan teknologi industri juga menjadi tantangan bagi SMK, terutama dalam penyediaan sarana praktik.

Pada bidang Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), penerapan BIM, pemodelan 3D, rendering, hingga AI membutuhkan perangkat komputer dengan spesifikasi yang memadai.

Begitu pula bidang teknik mesin dan otomotif yang mulai berhadapan dengan teknologi kendaraan hybrid dan listrik.

“Kita tidak mungkin meminta siswa menguasai teknologi masa depan apabila kesempatan berlatih mereka masih terbatas pada teknologi masa lalu,” tegasnya.

Nanang berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat modernisasi sarana praktik SMK sesuai kebutuhan setiap program keahlian.

Menurutnya, pengadaan komputer, mesin, dan teknologi pembelajaran harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM Kalsel.

Selain sarana, peningkatan kompetensi guru juga menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan vokasi. Guru didorong terus melakukan upskilling dan reskilling melalui pelatihan, sertifikasi, magang industri, serta memperluas interaksi dengan praktisi.

“Guru memang harus bekerja lebih keras karena anak didiknya berubah, teknologinya berubah dan industrinya juga berubah. Tetapi guru tidak boleh berjalan sendirian,” tuturnya.

Nanang menegaskan transformasi pendidikan vokasi membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, dan dunia industri.

Pemerintah memperkuat kebijakan serta fasilitas, sekolah dan guru membangun kompetensi serta budaya kerja siswa, sedangkan industri membuka ruang kolaborasi agar pembelajaran tetap relevan.

Teaching Factory pun diharapkan menjadi jembatan yang menghadirkan suasana belajar semakin dekat dengan realitas dunia kerja.

“Industri sedang berlari, teknologi sedang berlari dan AI bergerak sangat cepat. Pendidikan tidak boleh tertinggal. Guru harus terus belajar, siswa harus berkembang, industri harus membuka diri, dan pemerintah harus hadir memberikan dukungan,” pungkasnya.

Melalui penguatan Teaching Factory, SMK di Kalimantan Selatan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki soft skill, budaya kerja profesional, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. MC Kalsel/tgh

Berita Terkait

DPKP Kalsel Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba dan Semangat Kebersamaan
Pemprov Kalsel Serahkan Hadiah Lomba Gerak Jalan, Semangat Kemerdekaan dan Hari Jadi Makin Meriah
Lebih dari 6 Ribu Warga Binaan di Kalsel Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Gubernur Muhidin Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Pahlawan di HUT ke-81 RI
Semarak HUT ke-81 RI: Diskominfo Kalsel Tampilkan Makna Perjuangan Lewat Lomba Fashion Show
Diskominfo Kalsel Tekankan Pentingnya Kebersamaan di Momentum HUT ke-81 RI
Gubernur Muhidin Ajak Generasi Muda Teladani Perjuangan Pahlawan
Sisa Dua Hari, Disdag Ajak Masyarakat Ramaikan Kalsel Expo 2026

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:34 WITA

DPKP Kalsel Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba dan Semangat Kebersamaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:33 WITA

Pemprov Kalsel Serahkan Hadiah Lomba Gerak Jalan, Semangat Kemerdekaan dan Hari Jadi Makin Meriah

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:32 WITA

Lebih dari 6 Ribu Warga Binaan di Kalsel Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31 WITA

Gubernur Muhidin Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Pahlawan di HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Semarak HUT ke-81 RI: Diskominfo Kalsel Tampilkan Makna Perjuangan Lewat Lomba Fashion Show

Berita Terbaru