Tanah Bumbu Terima Sertifikat WBTb Indonesia, MASSUKIRI Resmi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda

- Kontributor

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Bumbu Terima Sertifikat WBTb Indonesia, MASSUKIRI Resmi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda

Tanah Bumbu Terima Sertifikat WBTb Indonesia, MASSUKIRI Resmi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda

TANAHBUMBU, RADARBANUA – Kabupaten Tanah Bumbu kembali mengukuhkan eksistensinya dalam pemajuan kebudayaan daerah. Pada gelaran Pekan Budaya Banua 2025, karya budaya MASSUKIRI resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Sertifikat tersebut diterima langsung oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais dari Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra.

Penganugerahan berlangsung dalam rangkaian Pekan Budaya Banua yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Disdikbud Kalsel pada 3–7 Desember 2025 di Banjarbaru.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais mengatakan pengakuan terhadap MASSUKIRI menjadi momentum penting bagi Tanah Bumbu untuk semakin memperkuat karakter budaya daerah.

Sertifikat WBTb Indonesia yang diterima Tanah Bumbu ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan kekayaan budaya sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya.

Sebagaimana tercantum dalam visi misi Pembangunan Tanah Bumbu tahun 2025-2029, yaitu pada misi ke-6 : Meningkatkan prestasi bidang seni, budaya, dan olahraga serta melestarikan warisan budaya.

Pada sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang dilaksanakan Kementerian Kebudayaan RI pada 5–11 Oktober 2025 di Jakarta Selatan, sebanyak 11 karya budaya Kalimantan Selatan berhasil ditetapkan sebagai WBTb Indonesia.

Sidang dipimpin oleh Prof. Sulistio S. Tirto Kusumo bersama 21 ahli WBTb yang terdiri dari akademisi, budayawan, dan seniman nasional. Dalam penetapan tersebut, MASSUKIRI dari Kabupaten Tanah Bumbu termasuk salah satu yang lolos kurasi dan dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Sementara itu, pada gelaran Pekan Budaya Banua tahun ini menghadirkan 40 booth UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Kehadiran para pelaku usaha lokal menunjukkan bahwa budaya tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pekan budaya ini memberi ruang bagi produk wastra, kuliner tradisional, kriya, dan berbagai hasil kreativitas lokal untuk berkembang sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi budaya di Kalimantan Selatan.

Pekan Budaya Banua 2025 mengusung tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi dalam Harmoni Budaya”. Tema ini mencerminkan semangat menjaga nilai tradisi sambil membuka ruang inovasi agar budaya tetap relevan di era modern.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi, komunitas, dan sektor dalam memperkuat identitas budaya Kalsel. Event ini juga menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni, terutama generasi muda, untuk berkreasi dan mengenalkan kekayaan budaya Banua secara lebih luas.

Pekan Budaya Banua juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta pariwisata budaya yang menjadi daya tarik Kalimantan Selatan. Selama berlangsung hingga akhir minggu, berbagai agenda seperti pagelaran seni, permainan tradisional, pameran wastra, silent cinema, hingga melukis on the spot tersaji sebagai sarana pembelajaran serta hiburan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku seni, dan sektor swasta. Peningkatan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal juga diyakini dapat memperkokoh posisi Kalimantan Selatan sebagai pusat budaya dan pariwisata.

Berita Terkait

Abdul Rahim Hadiri Pisah Sambut GM ASDP Batulicin, Lepas Sigit Purwanto Menuju Bitung
Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir, Komisi III DPRD Tanah Bumbu Sinkronkan Data dengan BPBD Kalsel
Komisi II DPRD Tanah Bumbu Konsultasi ke BPKAD Kalsel, Optimalkan Pengelolaan DBH dan Dana Hibah
Perjuangan Panjang DPRD Berbuah Hasil, Listrik PLN Masuk Pulau Burung Tanah Bumbu
Rapat Kerja Komisi I DPRD–Disdik Tanah Bumbu, Infrastruktur Sekolah Jadi Fokus 2026
DPRD Tanah Bumbu Bahas Implementasi Perpres 46/2025, Fokus e-Purchasing dan Anggaran Reses
Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu Tinjau Progres Jembatan Penghubung Tanah Bumbu–Kotabaru
Ekspose PPH 2025: Tanah Bumbu Mantapkan Arah Kebijakan Pangan Berkelanjutan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:58 WIB

Abdul Rahim Hadiri Pisah Sambut GM ASDP Batulicin, Lepas Sigit Purwanto Menuju Bitung

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:46 WIB

Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir, Komisi III DPRD Tanah Bumbu Sinkronkan Data dengan BPBD Kalsel

Jumat, 23 Januari 2026 - 03:48 WIB

Komisi II DPRD Tanah Bumbu Konsultasi ke BPKAD Kalsel, Optimalkan Pengelolaan DBH dan Dana Hibah

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:07 WIB

Perjuangan Panjang DPRD Berbuah Hasil, Listrik PLN Masuk Pulau Burung Tanah Bumbu

Senin, 19 Januari 2026 - 16:10 WIB

Rapat Kerja Komisi I DPRD–Disdik Tanah Bumbu, Infrastruktur Sekolah Jadi Fokus 2026

Berita Terbaru

Komitmen Kesehatan Berbuah Prestasi, Kotabaru Raih UHC Award 2026

Adv Kotabaru

Komitmen Kesehatan Berbuah Prestasi, Kotabaru Raih UHC Award 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 11:21 WIB