


Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari memastikan kondisi para klien tetap aman di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Kepala PRSTS Barakat Cangkal Bacari, Noor Yanti melalui Kepala Seksi Pelayanan, Wahyuni, mengatakan hingga saat ini belum ada klien yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Hal tersebut menjadi perhatian karena lokasi panti berada di kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor yang turut terdampak asap karhutla.
“Untuk para klien aman saja. Sementara ini tidak ada yang terkena, semoga tidak ada,” ujar Wahyuni, Banjarbaru, Kamis (27/8/2026).
Sebagai langkah antisipasi, pihak panti memberikan obat dan masker kepada klien yang mengalami gejala kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan dampak asap. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kondisi kesehatan klien memburuk akibat kualitas udara yang menurun.
Selain itu, aktivitas para klien juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Kegiatan apel yang biasanya dilaksanakan di luar ruangan untuk sementara ditiadakan guna mengurangi paparan langsung terhadap asap.
“Apel tidak kita laksanakan. Untuk pembelajaran tetap dilakukan di dalam ruangan,” jelasnya.
Pihak panti juga terus memantau kondisi kesehatan para klien serta situasi kualitas udara di sekitar lingkungan panti. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap klien selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih terjadi.
Wahyuni berharap kondisi udara segera membaik sehingga aktivitas pelayanan dan pembinaan di PRSTS Barakat Cangkal Bacari dapat kembali berjalan normal tanpa adanya dampak kesehatan bagi para klien. MC Kalsel/Rns












