

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmaddin, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan bagi Wirausaha Pemula serta Pelatihan Desain dan Pengemasan Produk bagi Usaha Mikro dan Kecil yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/4/2026).
Menurut Rahmaddin, pelaku UMKM saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi, tetapi juga harus memiliki mentalitas kewirausahaan yang kuat serta kemampuan menghadirkan produk dengan tampilan yang menarik dan sesuai standar pasar.
“Banyak usaha pemula yang tidak mampu bertahan karena lemahnya manajemen bisnis. Di sisi lain, tidak sedikit produk berkualitas yang kalah bersaing hanya karena kemasan yang kurang menarik. Inilah yang ingin kita jawab melalui pelatihan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 April 2026 tersebut, dirancang untuk menjawab dua aspek penting sekaligus, yakni penguatan mental bisnis serta peningkatan estetika dan kualitas kemasan produk.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang merupakan pelaku UMKM binaan, terdiri dari 30 peserta pelatihan kewirausahaan pemula dan 30 peserta pelatihan desain pengemasan. Seluruh peserta telah melalui proses kurasi dari dinas terkait di kabupaten/kota maupun provinsi.
Rahmaddin berharap, melalui pelatihan ini para peserta mampu menyusun rencana bisnis yang lebih matang, memahami aspek legalitas usaha, serta meningkatkan kemampuan manajemen keuangan.
Selain itu, peserta juga diharapkan mampu menghasilkan desain kemasan produk yang lebih modern, higienis, dan memiliki nilai jual tinggi, sekaligus memenuhi standar regulasi seperti label halal, komposisi, dan informasi produk lainnya.
“Output yang kita inginkan bukan hanya pengetahuan, tetapi juga produk nyata berupa prototipe kemasan yang siap bersaing di pasar, baik ritel modern maupun marketplace digital,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa penguasaan pemasaran digital menjadi salah satu kunci penting dalam memperluas jangkauan pasar UMKM di era saat ini.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari widyaiswara, praktisi usaha, hingga tenaga ahli dari pusat layanan kemasan, serta didukung pembiayaan melalui APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap UMKM lokal semakin berkembang, memiliki daya saing tinggi, serta mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












